Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Personel Polisi Pantau Titik Rawan Banjir di Aceh Utara

SAID AQIL AL MUNAWARPersonel Polsek Kuta Makmur, Polres Lhokseumawe melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana banjir
A A A

LHOKSEUMAWE - Personel Polsek Kuta Makmur, Polres Lhokseumawe melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana banjir, Sabtu (5/12/2020), hal ini dilakukan untuk kesiapsiagaan Kepolisan dalam menghadapi bencana.

BACA JUGA:Banjir Kota Medan Berangsur Surut

Kapolres Lhokdeumawe, AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kapolsek Kuta Makmur Iptu Ibnu Sa'adan mengatakan, kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Kuta Makmur.

"Hujan masih terus berlangsung, debit air di sungai terus meningkat. Bahkan, ada beberapa desa yang sudah terdampak banjir," ujar Kapolsek.

Adapun desa yang terdampak tersebut, yakni di Desa Krueng Seunong 10 rumah warga terendam. Kemudian, lima unit rumah di Desa Pulo Iboih juga ikut tergenang air. "Rata - rata ketinggian air mencapai 50 centimeter," jelasnya.

Terkait hal itu, tambah Kapolsek, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan bencana ini. Kepolisian terus bekerja, memantau dan melakukan tindakan yang diperlukan kepada masyarakat.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...