Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Persipura Bubarkan Tim karena Kesulitan Finansial

Dok.Persipura JayapuraTim Persipura dibubarkan.
A A A

JAKARTA- Persipura Jayapura memutuskan membubarkan tim karena terlilit masalah keuangan akibat pandemi virus corona atau Covid-19 mulai Rabu (6/1).

Melalui akun resmi Instagram, Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano menyatakan timnya tidak bisa lagi melanjutkan aktivitas akibat tidak lagi memiliki dana guna membayar kontrak pemain, pelatih dan ofisial.

"Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu Rp5 miliar," ujar Benhur melalui Instagram.

"Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan Maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen. Walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi Kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial," ucap Benhur menambahkan.

Tim berjuluk Mutiara Hitam itu menyayangkan keputusan pembubaran tersebut, karena mereka akan tampil di Piala AFC 2021. Akan tetapi, Persipura juga sadar tidak bisa memaksakan tim terus berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial.

"Kami juga kaget dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan," kata Benhur.

Benhur menuturkan, Persipura sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian dari Bank Papua, tetapi baru pada Rabu (6/1) mereka menyatakan tidak bisa membayar.

"Seandainya sejak awal disampaikan, mungkin kami akan mencari jalan lain sebagai solusi. Jadi selama ini kami digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kami diPHP berbulan-bulan," Benhur menjelaskan.

Tanpa kontribusi dari sponsor itu tim asuhan Jacksen F Tiago tidak lagi memiliki dana beraktivitas akibat krisis keuangan karena pandemi virus corona.

Usai menerima surat dari Bank Papua, manajemen Persipura langsung menggelar rapat dan memutuskan menghentikan seluruh aktivitas tim.

"Selama ini tim tetap berlatih secara virtual. Tetapi sejak saat ini, semua kegiatan dihentikan. Sampai kapan? Sampai kami dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti," tutur Benhur.

"Terima kasih untuk PT Freeport dan Kuku Bima yang sudah melunasi sesuai perjanjian. Untuk semua pecinta Persipura Jayapura di mana saja berada, mohon dukungan doa untuk ke depannya," kata Benhur menambahkan.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:SPORT

Komentar

Loading...