Subhanallah Pesan-Pesan Yang Sangat Indah Terkait Perdamaian,

Persatuan dan Pembangunan Pada Maulid Nabi SAW 1439 H dari Seorang Politisi Perempuan Kota Banda Aceh

FOTO | ISTIMEWASyarifah Munirah Anggota DPRK Banda Aceh | Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PPP ke-45
A A A

Anda tau, pada era Muhammad (570–632 SM), Kakbah telah menjadi sebuah situs yang paling suci bagi orang-orang Arab lokal. Setelah Muhammad menaklukkan Mekkah (futuh mekkah), situs ini menjadi titik sentral ibadah bagi kaum muslim.

Syarifah Munirah, S.Ag Ketua Panitia Maulid dan Harlah PPP

HARI ini kita berkumpul untuk kembali memperingati kelahiran prototipe manusia sempurna karya Tuhan yang Maha Kuasa: Muhammad, son of Abdullah.

Manusia ini merupakan "khaira khalqillah", sebaik-baik makhluk yang pernah diciptakan Allah swt.

Kita boleh bercita-cita menjadi tokoh politik atau apa saja. Tapi apalah jadinya kita, jika tidak bercermin dan berguru pada politisi tersukses yang pernah Allah kirim sebagai contoh bagi kita semua.

Muhammad itu Alquran yang hidup dan berjalan.

Sebagaimana Alquran yang sifatnya abadi, figur "The most influential person in history" ini juga tak pernah mati dari hati dan pikiran umat, bahkan selalu menjadi catatan bagi musuh-musuhnya sampai hari ini.

Sulit rasanya bagi kita untuk membicarakan keseluruhan nilai-nilai yang begitu sempurna yang ada pada anak Siti Aminah ini.

Karena Habibullah Al-Mustafa ini memiliki sisi ketauladanan yang tak pernah habis untuk dibahas bagi berbagai dimensi kehidupan dan kebutuhan kemanusiaan sepanjang masa.
Sehingga tak heran Allah dan malaikat bershalawat kepadanya, dan kita diperintahkan untuk melakukan hal yang sama kepadanya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

Hari ini kita juga memperingati Hari Lahir (Harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-45.

Pertanyaannya adalah, apa ketauladanan dari Sang Nabi yang bisa kita gali bagi dinamika organisasi yang kita cintai ini? Bagaimana kita bisa menyatu dengan akhlak Sayyidul Mursalin ini dalam rangka mempersatukan umat dan bangsa menuju Indonesia dan Aceh yang lebih baik?

Saya tidak mau berpidato panjang dan lebar.

Tetapi izinkan saya sedikit saja mengingatkan kita semua satu hal, sebuah kisah bagaimana Kakbah umat Islam dibangun dari fondasi keragaman dengan cara-cara penuh kekeluargaan.

Peran sosok-sosok seperti suami Siti Khadijah ini sangat dibutuhkan dalam setiap bentuk kerja-kerja yang persatuan dan pembangunan. Termasuk dalam organisasi PPP yang mengambil Kakbah sebagai lambang gerak dan tujuannya.

Anda tau, pada era Muhammad (570–632 SM), Kakbah telah menjadi sebuah situs yang paling suci bagi orang-orang Arab lokal. Setelah Muhammad menaklukkan Mekkah (futuh mekkah), situs ini menjadi titik sentral ibadah bagi kaum muslim.

Muhammad suatu ketika disaat mudanya pernah mengambil bagian dalam proses pembangunan kembali Kakbah, setelah bangunan suci berbentuk kubus ini hancur konstruksinya akibat banjir dahsyat yang terjadi pada sekitar tahun 600 Masehi.

Sejarawan awal bernama Ibnu Ishaq dalam kitabnya tentang biografi Nabi yang berjudul "Sirat Rasulullah" menggambarkan bagaimana sosok bijak ini mendamaikan pertikaian antar klan Mekkah, yang saat itu berebut menjadi kelompok yang paling memiliki hak untuk menempatkan kembali "The Black Stone" (Hajar Aswad) ke posisinya.

Seperti yang sudah anda ketahui dari berbagai cerita sirah, ayah dari Sayyidah Fathimah ini memberikan solusi damai pada sebuah konflik kelompok dan organisasi seperti ini.

Sederhana sekali, ia menawarkan semua Bani yang terlibat dalam perdebatan untuk memegang masing ujung kain yang ditengahnya diletakkan batu yang disebut-sebut datang ke bumi ini bersama Nabiyallah Adam As.

Muhammad sendiri kemudian dengan tangannya memasangkan batu tsb ke posisinya.

Pesan strategis dari cerita ini adalah, peran "peace maker" seperti yang dimainkan Muhammad saw senantiasa dibutuhkan oleh setiap organisasi yang penuh dinamika. Tanpa kecuali PPP.

Kakbah sendiri adalah bangunan tersuci yang ada dimuka bumi.

Pun demikian, pembangunannya tidak luput dari pertikaian dan konflik. Apalagi kita yang sedang membangun berbagai hal yang nilai-nilainya terkadang penuh perdebatan, pasti ada gesekan-gesekan yang tidak terhindari.

Maka sosok-sosok seperti Baginda tercinta yang mampu mengelabori berbagai kepentingan dalam frame kesatuan dan kedamaian harus selalu ada. Karena apa yang beliau lakukan saat membangun Kakbah itu adalah apa yang sekarang kita sebut "good governance".

Sebuah pola pengelolaan organisasi kemasyarakatan dan kenegaraan yang melibatkan semua knowledge dan stakeholders.

Inilah yang harus kita miliki dalam mengelola Aceh Hebat, Kota Gemilang, dan lain sebagainya.

Pengelolaan pembangunan dalam berbagai dimensi sosial, ekonomi dan politik harus memberi ruang bagi rasa aman, damai dan menyatukan.

Ingat, Islam sendiri adalah agama damai. Sementara Muhammad menjadi pembawa pesan-pesan damai. Kita semua juga harus menjadi pemimpin, politisi dan kader yang memberi rasa aman dan damai bagi rakyat Aceh, Indonesia bahkan dunia.

Kita terus bekerja dan berdoa semoga PPP pada usianya yang ke-45 senantiasa melahirkan figur-figur politisi dan pemimpin seperti Penghulu Alam, yang menyebarkan kebaikan dan tidak pernah berhenti berjuang untuk keadilan kesejahteraan.

Momentum politik 2019 yang sudah di depan mata juga harus kita dorong penuh dengan kedamaian.

Bani apapun yang ingin membangun Aceh dan kabupaten/kota, pastikan PPP menjadi yang terdepan dalam mengkampanyekan Pilkada Damai. Karena kedamaian melahirkan persatuan.

Tanpa persatuan tidak ada pembangunan. Kakbah itu simbol damai, persatuan dan pembangunan.

Terima kasih kepada semua yang telah membantu terlaksananya kegiatan Maulidurrasul dan Harlah ke-45 PPP yang sangat mulia ini.

  • Syarifah Munirah, S.Ag | Anggota DPRK Banda Aceh.
    Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PPP ke-45

Kode:47
Rubrik:Opini

Komentar

Loading...