Ayah Loet Minta Maaf

Pernah Sebut Perempuan Tak Boleh Memimpin

DSC_0058
A A A

BANDA ACEH - Salah seorang seniman yang hadir di acara kampanye dialogis pasangan calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddn Djamal-Farid Nyak Umar, menyampaikan permohonan maafnya karena sempat menyampaikan kepada masyarakat bahwa perempuan tidak boleh memimpin.

Hal demikian disampaikan seniman Ayah Loet dihadapan ratusan masyarakat gampong Peuniti yang hadir pada silaturrahmi dengan pasangan calon nomor urut satu itu, Minggu (15/01).

Ayah Loet mengakui jika Illiza yang terpilih sebagai walikota Banda Aceh, kaum ibu akan lebih tenang jika suaminya tidak berada di rumah ataupun keluar di malam-malam hari, karena menurutnya selama Illiza memimpin, pergerakan maksiat seperti PSK dan minuman keras tidak bisa beredar bebas di Banda Aceh.

“Karena saya melihat ibu Illiza justru paling tegas dala penerapan syariat Islam, sehingga kaum ibu nyaman karena anak gadisnya ada yang memantau, suami ketika keluar rumah juga tidak macam-macam,”ujarnya.

Selain itu kata Ayah Loet dibawah kepemimpinan Illiza derajat kaum perempuan telah terangkat serta dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kota Banda Aceh.

“Pesan saya kita ambil dan lanjutkan saja yang sudah ada dan tinggalkan yang belum pasti, yang pernah terbukti,”ujarnya.

Sementara itu Illiza saat menyampaikan orasinya menyebutkan, dalam kunjungannya kepada ulama kharismatik Aceh Abu Tumin beberapa waktu lalu diberikan nasehat agar sebagai pemimpin mampu membahagiakan rakyat dunia dan akhirat.

Tgk Sri Darmawan dalam tausiahnya juga menyampaikan tidak ada larangan kaum perempuan memimpin, karena syarat menjadi pemimpin menurutnya adalah mampu membawa kebahagiaan kepada rakyat dunia akhirat, baik dia seorang laki-laki maupun perempuan.

“Saya orang MPU, dan tidak ada itu fatwa haram perempuan memimpin, karena kalau ada fatwa haram tentu ibu Illiza tidak akan maju,”tambahnya.

Fotografer:AK Jailani
Sumber:Rel
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...