Penulis Buku Wolff,

Perkirakan Trump Akan Jatuh dari Kekuasaan

FOTO | AFPPresiden AS Donald Trump menyampaikan pidato tentang Suriah dari mansion Mar-a-di West Palm Beach, Florida, 6 April 2017. Trump memerintahkan serangan militer ke Suriah sebagai balasan atas serangan senjata kimia yang dia tuding dilakukan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.
A A A
Kita mengajukan pertanyaan kepada orang-orang, berada sedekat mungkin dengan peristiwa, mewawancarai orang-orang yang memiliki rahasia dengan peristiwa tersebut, mencari tahu situasinya dan orang-orangnya seperti apa, lalu buat laporan.

LONDON - Penulis buku, Michael Wolff mengungkapkan sejumlah rahasia yang kemungkinan membuat jabatan Donald Trump di Gedung Putih akan berakhir. Karya Wolff berjudul "Fire and Fury: Inside the Trump White House" sangat kritis. Isi bukunya menilai setahun pertama Donald Trump menjabat sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

"Menurut saya, sejauh ini salah satu dampak menarik buku ini adalah kebenaran yang selama ini disangkal," kata Wolff dalam wawancara dengan radio BBC pada Sabtu waktu setempat atau Minggu (7/1)

Buku yang sudah ditulisnya menggambarkan bahwa Presiden AS saat ini tidak mampu menjalankan tugasnya.

"Tiba-tiba di mana pun orang-orang mengatakan 'ya ampun, memang benar, orang-orang selama ini menyangkal kebenaran'. Itu latar belakang persepsi dan pemahaman yang nantinya akan mengakhiri jabatan kepresidenan ini."

"Fire and Fury: Inside the Trump White House" menggambarkan kekacauan di Gedung Putih, soal seorang presiden yang tidak siap memenangi jabatan itu pada 2016 serta para pembantu Trump yang mencemooh kemampuannya.

Trump menganggap buku itu penuh dengan kebohongan. Pada Jumat malam Trump nge-tweet menyerang Wolff dan mantan pembantu utamanya, Steve Bannon, yang pernyataannya dikutip di buku Wolff.

"Michael Wolff adalah pecundang yang mengarang cerita supaya bukunya yang membosankan dan bohong itu laku," cuit Trump.

"Dia (Wolff, red) memanfaatkan Si Urakan Steve Bannon, yang waktu dipecat menangis-nangis dan mengemis pekerjaan. Sekarang Steve sudah dibuang seperti anjing oleh hampir semua orang. Sayang sekali!"

Bannon, yang sebelumnya merupakan kepala strategis Trump, adalah pemimpin perusahaan media daring ultrakanan Breibart News.

Dalam wawancara dengan BBC, Wolff ditanya apakah ia percaya bahwa Bannon menganggap Trump tidak cakap menjabat sebagai presiden dan akan berupaya menjatuhkannya. "Ya," jawab Wolff.

Ia juga memukul balik pernyataan-pernyataan yang mengatakan bahwa isi bukunya tidak benar. "Ini yang disebut dengan reportase. Itu caranya," tegasnya.

"Kita mengajukan pertanyaan kepada orang-orang, berada sedekat mungkin dengan peristiwa, mewawancarai orang-orang yang memiliki rahasia dengan peristiwa tersebut, mencari tahu situasinya dan orang-orangnya seperti apa, lalu buat laporan."

Dia (Wolff, red) memanfaatkan Si Urakan Steve Bannon, yang waktu dipecat menangis-nangis dan mengemis pekerjaan. Sekarang Steve sudah dibuang seperti anjing oleh hampir semua orang. Sayang sekali!
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...