Korut:

Perilaku ‘Psikopat Tua’ Trump Akan Picu Kiamat AS

FOTO | REUTERSPresiden Amerika Serikat Donald John Trump.
A A A
Kami sekali lagi memperingatkan psikopat tua Amerika terhadap histerianya. Klub sanksi yang mengacau dan melenturkan otot dengan (pesawat) pembom seperti harimau ngengat yang siap menembak pasukan revolusioner DPRK (Korut) hanyalah tindakan bunuh diri untuk mengundang bencana nuklir yang akan membuat Amerika menjadi lautan api,

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) memperingatkan perilaku ceroboh Presiden Donald Trump terhadap Pyongyang hanya akan mempercepat “kiamat” Amerika Serikat (AS). Komite Perdamaian Korea Asia Pasifik (KAPPC) Pyongyang menyebut pemimpin Washington sebagai “psikopat tua”.

”Kami sekali lagi memperingatkan psikopat tua Amerika terhadap histerianya. Klub sanksi yang mengacau dan melenturkan otot dengan (pesawat) pembom seperti harimau ngengat yang siap menembak pasukan revolusioner DPRK (Korut) hanyalah tindakan bunuh diri untuk mengundang bencana nuklir yang akan membuat Amerika menjadi lautan api,” bunyi pernyataan komite itu yang KCNA hari Minggu, yang dikutip Senin (2/10/2017).

”Perilaku Trump yang kurang ajar terhadap saingannya hanya akan mengeraskan pembalasan dendam tentara dan rakyat DPRK dalam melawan AS. Ini akan memicu kiamat AS. Trump harus mengingat hal ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan Pyongyang ini merupakan retorika terbaru dalam perang kata-kata antara Korut dan AS.

Baca juga: Yakin Jadi Kekuatan Nuklir, Media Korut Ledek Sanksi AS

Sementara itu, Presiden Trump mengatakan bahwa Washington siap untuk menyerang Pyongyang jika perlu dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi negara tersebut.

”Kami benar-benar siap untuk opsi kedua, bukan pilihan yang lebih disukai. Tapi jika kami mengambil opsi itu, akan sangat merugikan Korea Utara. Itu disebut opsi militer. Jika kami harus mengambilnya, kami akan melakukannya,” kata Trump dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy di Washington.

Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Gedung Putih telah kehabisan kesabaran dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Presiden Trump dalam sidang di Majelis Umum PBB meledek Kim Jong-un dengan sebutan “manusia roket” yang memicu kemarahan Pyongyang.

Kami benar-benar siap untuk opsi kedua, bukan pilihan yang lebih disukai. Tapi jika kami mengambil opsi itu, akan sangat merugikan Korea Utara. Itu disebut opsi militer. Jika kami harus mengambilnya, kami akan melakukannya,
Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...