Polisi

Periksa Pelapor Kasus Puisi Sukmawati

FOTO | ISTIMEWASukmawati Soekarnoputri
A A A
Di sini kan sudah jelas unsurnya syariat Islam disandingkan dengan sari konde, cadar. Agama disandingkan dengan budaya yang ada di Indonesia. Lantunan kidung ibu pertiwi dengan adzan. Masih bisa lah artinya bu Sukmawati mencari pembanding yang lain di luar agama. Saya rasa agama lain tidak akan suka kalau kita bicara seandainya kalimat-kalimat syariat Islam, terus adzan diganti dengan kalimat sakral agama lain. Saya rasa juga pasti akan keberatan. Tetap dari kami proses, meskipun ada yang menyarankan cabut. Tetap harus diproses,

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah memeriksa Denny Andrian dan Ketua DPP Hanura Amron Asyhari selaku pelapor kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Sukmawati Soekarnoputeri, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, dini hari tadi.

Pemeriksaan seputar puisi yang dibacakan Sukmawati bertajuk, "Ibu Indonesia" di gelaran Indonesia Fashion Week, pekan lalu. Termasuk, mana saja kalimat di dalam puisi yang dimaksud menistakan agama.

"Pertanyaannya masih seputar puisi, puisi Sukmawati penistaannya yang mana. Bait mana yang dipermasalahkan, memenuhi unsur penistaan yang dimaksud menistakan itu yang mana. Jadi kita kasih tahu salah satunya ada syariat Islam, terus bicara cadar, terus kemudian bicara adzan. Konsennya ketiga itu," ujar Denny, Jumat (6/4).

Dikatakan, kemungkinan penyidik juga akan memanggil saksi-saksi yang hadir dalam pagelaran Indonesian Fashion Week. "Yang hadir di Fashion Week akan dipanggil. Pihak penyelenggaran Fashion Week, tamu-tamu undangan," ungkapnya.

Ia menuturkan, pihaknya tidak akan mencabut dan terus memproses laporan, kendati banyak yang menyarankan untuk mencabutnya.

"Di sini kan sudah jelas unsurnya syariat Islam disandingkan dengan sari konde, cadar. Agama disandingkan dengan budaya yang ada di Indonesia. Lantunan kidung ibu pertiwi dengan adzan. Masih bisa lah artinya bu Sukmawati mencari pembanding yang lain di luar agama. Saya rasa agama lain tidak akan suka kalau kita bicara seandainya kalimat-kalimat syariat Islam, terus adzan diganti dengan kalimat sakral agama lain. Saya rasa juga pasti akan keberatan. Tetap dari kami proses, meskipun ada yang menyarankan cabut. Tetap harus diproses," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pengacara atas nama Denny Adrian Kushidayat dan politisi Amron Asyhari, melaporkan Sukmawati Soekarnoputeri terkait kasus dugaan penistaan agama, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Selasa (3/4) kemarin. Laporan itu dibuat berkaitan dengan puisi, "Ibu Indonesia" yang dibacakan Sukmawati dalam gelaran Indonesia Fashion Week.

Denny membuat laporan dengan nomor LP/1782/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimum terkait Pasal 156 a KUHP tentang Penistaan Agama dan Pasal 16 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sementara itu, Amron Asyhari membuat laporan terhadap Sukmawati terkait dugaan Penistaan Agama dengan nomor laporan LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Pertanyaannya masih seputar puisi, puisi Sukmawati penistaannya yang mana. Bait mana yang dipermasalahkan, memenuhi unsur penistaan yang dimaksud menistakan itu yang mana. Jadi kita kasih tahu salah satunya ada syariat Islam, terus bicara cadar, terus kemudian bicara adzan. Konsennya ketiga itu,
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...