Peringati Hari Ibu,

Perempuan PKS Sebar Bunga

FOTO | ISTIMEWAPerempuan PKS yang dikomandoi oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Banda Aceh menggelar aksi sebar bunga.
A A A

Dan ibu jualah yang memiliki peran melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Jika seorang ibu memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik, sudah tentu anak yang dilahirkannya juga merupakan generasi terbaik,

Iwan Sulaiman MS Ketua DPD PKS

BANDA ACEH - Perempuan PKS yang dikomandoi oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Banda Aceh menggelar aksi sebar bunga.

Aksi ini digelar diseputaran komplek taman Bustanussalatin kota Banda Aceh. Kegiatan ini dikuti oleh seluruh perempuan PKS yang berada di 9 kecamatan di Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh  Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh Iwan Sulaiman MS.

Iwan menyebutkan, Ibu adalah sosok yang paling berjasa dalam hidup setiap manusia. Tugas seorang ibu tidaklah mudah, masa depan generasi dan keberhasilannya sangatlah ditentukan oleh kemampuan seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya.

“Dan ibu jualah yang memiliki peran melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Jika seorang ibu memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik, sudah tentu anak yang dilahirkannya juga merupakan generasi terbaik,”ujar Iwan.

Oleh karena itu kata Iwan, PKS berkomitmen untuk memastikan perempuan mendapatkan hak dan perannya baik dalam ranah domestik maupun publik.

Tidak hanya itu pentingnya keterwakilan perempuan diparlemen juga merupakan wujud keseimbangan sosial.

Karena sebagaimana kita ketahui pemilih perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki.

“Hal ini juga menjadi landasan yang cukup kuat untuk memberikan solusi bagi permasalahan kaum perempuan dan penguatan perannya dalam meningkatkan ketahanan keluarga.

Sehingga akan hadir masyarakat yang stabil tidak hanya secara sosial masyarakat akan tetapi juga mampu menghantarkan Banda Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk menuju kepada kesejahteraan,”lanjutnya.

Ditempat yang sama Sri Wahyuni SP, selaku Ketua BPKK PKS Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa pada hakikatnya hari ibu tidak hanya diperingati 1 tahun sekali akan tetapi setiap hari. Bentuk penghargaan yang kita lakukan kepada seorang ibu yatiu dengan menjaga, merawat, membahagiakan juga mendoakan dilakukan setiap hari.

Tidak hanya itu menurutnya berbicara tentang ibu, bukan hanya berbicara   kewajiban seorang anak terhadap ibunya, tetapi juga berbicara tentang  tanggung jawab semua elemen untuk berupaya memenuhi hak-hak  ibu yang  perlu diadvokasi, seperti mengurangi angka kematian ibu ketika melahirkan, cuti karyawati  yang melahirkan dan menyusui, serta perlindungan dari pelecehan seksual.

Ie menjelaskan, Sejarah hari Ibu berawal dari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres Perempuan Indonesia ini bahkan diikuti oleh organisasi wanita Muhammadiyah, Naisiyatul Aisyiah.

Kemudian Presiden Soekarno menerbitkan Dekrit Presiden No. 316 thn. 1953 untuk meresmikan Hari Ibu sebagai hari nasional. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

pada hakikatnya hari ibu tidak hanya diperingati 1 tahun sekali akan tetapi setiap hari. Bentuk penghargaan yang kita lakukan kepada seorang ibu yatiu dengan menjaga, merawat, membahagiakan juga mendoakan dilakukan setiap hari.

Sri Wahyuni SP Ketua BPKK PKS

Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...