Jembatan Stari Most,

Peninggalan Islam yang Jadi Ikon Bosnia-Herzegovina

FOTO | ISTIMEWAJembatan Stari Most
A A A

SEMPAT memerintah Eropa selama kurang lebih selama 500 tahun, dinasti Utsmaniyah atau Ottoman dari Turki meninggalkan banyak jejak yang abadi hingga masa kini.

Salah satunya adalah jembatan Stari Most yang berada di Bosnia-Herzegovina. Jembatan bergaya abad pertengahan dan Utsmani ini menjadi salah satu ikon Bosnia-Herzegovina yang paling terkenal dan selalu menarik wisatawan yang sedang berkunjung ke Bosnia.

Dinasti Utsmaniyah dari Turki tercatat sebagai penguasa muslim yang paling berkibar dalam sejarah. Mereka pernah menguasai serta memerintah Eropa selama sekitar 500 tahun.

Salah satu yang dikuasai adalah wilayah di semenanjung Balkan, yang kini salah satunya menjadi negara Bosnia-Herzegovina. Di negara pecahan Yugoslavia ini jembatan Stari Most menjadi landmark peninggalan penguasa Islam yang paling terkenal sekaligus menjadi landmark kota Mostar.

Jembatan Stari Most yang berarti jembatan tua dibangun pada abad ke-16 atas perintah sultan Sulaiman dari dinasti Utsmaniyah. Arsitek yang membangunnya adalah Mimar Hayrudin, yang merupakan murid dari arsitek Utsmani terkenal, Mimar Sinan. Jembatan Stari Most menghubungkan bagian barat dengan timur kota serta berada di atas sungai Neretva.

Ciri khas jembatan ini ada pada lengkungannya yang berbentuk bulat. Di sisi barat dan timur, terdapat dua bangunan yang menyerupai benteng sebagai pintu masuk dan keluar dari jembatan. Disebut sebagai salah satu landmark paling terkenal Bosnia, jembatan Stari Most juga disebut sebagai pengusung gaya arsitektur Islam Balkan.'

Sultan Sulaiman memerintahkan jembatan Stari Most dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang terbuat dari kayu agar para pedagang yang hendak menyeberang sungai Neretva aman. Pada abad ke-16, dibawah kepemimpinn dinasti Utsmaniyah kota Mostar merupakan kota perdagangan yang ramai. Jembatan Stari Most menjadi bukti pengaruh dinasti Utsmaniyah di Bosnia lewat karya arsitektur.

Sayangnya jembatan ini pernah hancur akibat dibom tentara Kroasia pada saat perang sipil antara etnis Kroasia dan Bosnia berkecamuk.

Dengan bantuan banyak pihak termasuk UNESCO, jembatan Stari Most dibangun kembali dan dibuka kembali pada tahun 2004.

Setelah dibuka kembali jembatan ini kembali ramai dikunjungi turis seperti saat sebelum dihancurkan. UNESCO juga mencatat jembatan Stari Most sebagai bagian dari warisan kekayaan dunia.

Dengan bantuan banyak pihak termasuk UNESCO, jembatan Stari Most dibangun kembali dan dibuka kembali pada tahun 2004.

Setelah dibuka kembali jembatan ini kembali ramai dikunjungi turis seperti saat sebelum dihancurkan. UNESCO juga mencatat jembatan Stari Most sebagai bagian dari warisan kekayaan dunia.

Bila tertarik mengunjunginya cobalah datang saat pertengahan musim panas, tepatnya di akhir bulan Juli karena di jembatan Stari Most diadakan kompetisi diving tahunan dimana para pria akan berlomba lompat dari jembatan ke dalam sungai Neretva dan menyelam.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...