Pengukuhan Pahlawan Nasional Tahun 2017

A A A

Komisi X DPR RI secara bulat telah memberikan dukungannya dan akan meminta pimpinan DPR RI segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada Pemerintah untuk dapat menindaklanjuti usulan tersebut,

Teuku Riefky Harsya Anggota Komisi X DPR RI

JAKARTA - Kibaran bendera armada Laksamana Malahayati di kawasan Selat Malaka pada abad ke-16 M ibarat petir di siang bolong bagi armada Portugis dan Belanda. Berulangkali armada Malahayati berhasil memukul mundur pihak asing yang ingin menguasai jalur perdagangan laut dan kekayaan alam di ujung barat Nusantara.

Malahayati dikenal sebagai salah satu laksamana perempuan pertama di dunia, yang memimpin sekitar 100 kapal perang, dengan kekuatan puluhan ribu pasukan “inong bale” (para janda perang). Ia juga dikenal sebagai tokoh pemberani, mampu membangkitkan semangat pasukan, ahli strategi dan diplomasi.

Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam sebagai ahli waris Laksamana Malahayati menerima tanda pengukuhan Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

Selain Laksamana Malahayati asal Aceh, dalam upacara itu, Presiden Jokowi juga menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk almarhum TGK. H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (tokoh dari Provinsi Nusa Tenggara Barat), almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah (tokoh dari Provinsi Kepulauan Riau), dan almarhum Prof. Drs. H. Lafran Pane (tokoh dari Provinsi DI. Yogyakarta).

Teuku Riefky mengatakan, segenap anggota Komisi X menyambut baik usulan tersebut, mengingat tokoh Malahayati adalah aset bangsa, yang dapat menjadi suri tauladan bagi generasi muda Indonesia.

“Komisi X DPR RI secara bulat telah memberikan dukungannya dan akan meminta pimpinan DPR RI segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada Pemerintah untuk dapat menindaklanjuti usulan tersebut,” kata Teuku Riefky Harsya.

Ia yang juga anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Aceh menyampaikan dalam rapat tersebut banjir dukungan disampaikan oleh berbagai fraksi.

Di antaranya dari Popong Otje Djunjunan dan Marlinda Abdullah Puteh (Golkar), Latifah Sohib dan Arzeti Bilbina (PKB), Dadang Rusdiana (Hanura), Amran (PAN), Anwar Idris (PPP), Muslim (Demokrat), dan Sutan Adil Hendra (Gerinda).

 

Foto:portalsatu.com
Kode:47
Rubrik:Foto

Komentar

Loading...