Pengumuman hasil seleksi terbuka Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama (PJTP) mendapat sorotan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pasalnya, Pansel mengumumkan dua kali hasil yang lolos tiga besar masing-masing untuk enam JPT yang diseleksi yakni pada tanggal 30 Desember 2020 dan pengumuman kedua tanggal 18 Januari 2021. "Bahkan menurut Waladan, Bupati Bener Meriah telah dipermalukan oleh Sekda selaku Ketua Panitia seleksi terbuka PJTP terkait dengan kacaunya proses seleksi PJTP,"jelas Waladan melalui rilisnya yang diterima media ini, Rabu (20/1/2021).

Pengendara Cari Plat Kenderaan yang Hilang Usai Terobos Banjir

SAMSUDDIN Terlihat pendendara mencari plat kenderaan yag hilang saat menerobos genangan banjir
A A A

BENER MERIAH – Pasca air yang mengenangi badan jalan Jalur dua Simpang Bandara Rembele surut, sejumlah masyarakat di Kabupaten Bener Meriah berupaya mencari Plat kendaaran mereka yang telepas saat menerobos banjir dengan diameter mencapai 60 cm.

Miharni Metro yang merupakan seorang pejabat eselon II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, saat ditemui dilokasi terlihat sedang memegang Plat Mobilnya.

“Kemarin saat banjir melanda jalur ini saya terobos rupanya plat bagian depan mobil saya terlepas kemarin, dan kebetulan saat saya cari tadi Plat mobil saya sudah berada di dalam drenase ini," ujar Miharni ketika ditanyai awak media, Senin (23/11/2020).

Dikatakan Miharbi, selain mobilnya, mobil masyarakat lain yang melintas kemarin juga banyak yang tercecer plat mobilnya tapi mungkin meraka tidak mencari lagi sehingga plat mobil tersebur masih berada dialam drenase yang dipenuhi air ini.

Dari amatan media ini dilokasi, telihat beberapa plat mobil yang terendam dalam drenase itu yang diduga tercopot dari mobil-mobil yang berupaya menerobos banjir yang terjadi pada sore kemarin (Minggu) yang diduga air meluap akibat saluran air tersumbat.

Sejumlah masyarakat kepada awak media juga mengeluhkan genangan air di badan jalan tersebut, bahkan kejadian itu bukan terjadi kemarin namun hampir setiap musim penghujan badan jalan di kawsan tersebut banjir.

Munurut masyarakat yang tidak mau diungkap indetitasnya itu, luapan air itu diduga akibat pintu drenase sebagai saluran air tersumbat sehingga debet air yang terlalu banyak melimpah ruah ke badan jalan.

"Agar hal seperti itu tidak terulang kembali, kami berharap pemerintah setempat segera mencari solusinya,"pintanya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Bener Meriah, Safriandi saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas PU Bener Meriah sedang melakukan normalisasi kawasan tersebut.

“Ini kita bersama PU Bener Meriah sedang memperbaikinya, semoga ini cepat diatasi sehingga air tidak lagi mengenangi badan jalan ini,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...