Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Pengelola Resi Gudang Keluhkan Suku Bunga Bank Aceh

SAMSUDDINPeresmian resi gudang beberapa waktu lalu
A A A

BENER MERIAH- Kehadiran Sistem Resi Gudang (SRG) diharapkan dapat menjadi alternatif bagi kelompok tani untuk menyimpan kopi ditengah anjloknya harga. Namun ada beberapa ketentuan untuk dapat menyimpan kopi di SRG.

Salah satu ketentuan menyimpan kopi di Resi Gudang (SR) adalah para petani harus membuat kelompok tani yang diverifikasi koperasi pengelola resi gudang, selain itu kopi yang disimpan disana maksimal enam bulan jika lebih maka kopi tersebut harus segera dilelang.

Fardian, ketua pengelola gudang (SRG) Kabupaten Bener Meriah kepada wartawan, Rabu ( 2/9/2020 ) menyebutkan, untuk saat ini baru ada 7 ( tujuh ) kelompok yang telah terdaftar di RSG dan dari tujuh kelompok tersebut baru tiga kelompok yang menyimpan kopi di gudang.

“Saat ini baru tiga kelompok yang menyimpan kopi di gudang, kalau kelompok lain mungkin sejauh ini belum ada kopi yang akan disimpan di RSG sebab masa panen diperkirakan akan di mulai pertengahan bulan September ini," ujannya.

Menurut Fardian, sejauh ini yang menjadi kendala terbesar adalah besarnya suku bunga yang ditetapkan pihak Bank yang mencapai 13,5 persen, dalam hal ini bank yang berkerjasama dengan SRG Bener Meriah adalah Bank Aceh Syariah.

Dan tingginya suku bunga yang ditetapkan Bank Aceh Syariah membuat miris, seharusnya Bank Aceh yang merupakan Bank milik rakyat aceh itu membatu rakyat bukan malah sebaliknya mencekik rakyat.

"Selain tingginya suku bunga, petani juga harus membayar ansuransi komoditi dan asuransi pembiayaan uang. Menurut saya pembiayaan uang itu tidak perlu lagi diansuransikan karena tidak mungkin uang itu rusak, lebih baik dialihkan ke ansurasi barang," pinta Fardian.

Fardian juga berharap, dengan kondisi harga saat ini, bahkan kemungkinan pada panen raya nanti harga kopi bisa turun maka kita berharap pemerintah bisa memberiakn subsidi, minimal Rp2.000 per bambu.

“Kalau pemerintah mensubsidikan harga komoditi kopi minimal Rp2000, saat harga kopi gelondong Rp6000 perbambu maka dari petani dapat di beli harga Rp8000 perbambu karena adanay subsidi tadi,"terang Fardian.

“Untuk harga kopi yang radey ekspor ( kadar air 13,8 ) , saat ini harganya berkisar diantara 48000-50.000 perkilo,"terang Fardian.

Sementara itu, Azwin Direktur Koperasi Permata Gayo yang merupakan koperasi pengelola SRG Bener Meriah meminta agar para petani segera membuat kelompok tani dan mendaftarkan ke SRG. Sebab untuk penyimpan kopi di gudang syaratnya harus melalui kelompok tani yang telah terdaftar di RSG.

Ketua SRG Bener Meriah itu juga menyampaikan kekecewaanya atas tingginya suku bunga yang di tetapkan Bank Aceh Syariah yang mencapai 13,5 persen.

"Dalam setiap rapat saya selalu menyampaikan suku bunga 13,5 persen itu terlalu tinggi tentunya sangat memberatkan para petani," tegasnya.

Disebutkanya, saat ini petani akan mengahadapi masa panen kopi yang diperkirakan dimulai pada pertegahan bulan September hingga bulan Desember 2020 nanti.

Menurutnya, Bank Aceh saat ini juga sedang mengajukan subsidi ke bank Indonesia (BI) dan masih dalam proses. " Bunga yang terlalu tinggi tentu akan membebankan petani sehingga kita berharap subsidi terhadap bunga ini bisa segera dilakukan," harapnya.

Azwin juga memperkirakan, harga kopi tahun ini paling terburuk dari tahun sebelumnya sebab, kopi asal gayo saat ini masih belum bergerak dari Medan.

"Tahun kemarin harga kopi mungkin masih Rp36.000 dan tahun ini mungkin bisa mencapai Rp 30.000" katanya.

Ia menamabahkan, buyer saat ini belum berani membeli kopi dan saat ini penampung kopi terbesar adalah starbuck dan mereka juga sedang mengalami krisis akibat pandemi covid-19.

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah berani mengambil sikap dan segera mengupayakan agar bunga tersebut turun."Jika nanti kopi petani yang disimpan harus dilelang pemerintah juga diharapkan berani menahannya," harap Azwin.

Syahru Sekretaris SRG Bener Meriah menyamapikan, di bank BRI jauh lebih rendah suku bunganya yakni hanya 6 persen dan mengacu pada peraturan menteri keuangan namun di Bener Meriah saat ini hanya bekerja sama dengan Bank Aceh yang berbasis syariah sehingga bunganya mencapai 13,5 persen.

Lebih lanjut, Syahru menamabahkan, kopi yang disimpan di resi gudang saat ini sebanyak 34 ton , sedangkan daya tampung gudang tersebut mencapai 600 ton.

"Untuk harga yang dibeli oleh resi gudang saat ini juga mengacu pada situasi pasar medan. Untuk kopi redy ekspor resi gudang membeli dengan harga R 48.000-Rp 50.000 per kilo dari kelompok tani," ungkapnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...