Satu unit rumah berkontruksi kayu di Desa Lampeuneuen Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dilalap si jago merah, Selasa (1/12/2020) sekira pukul 12:49 WIB. Peristiwa kebakaran ini diduga akibat kompor yang lupa dimatikan, sehingga rumah yang diketahui milii Mawardi (41) dalam kondisi rusak berat.

Penganiaya ART WNI di Singapura Dihukum 10 Bulan Penjara

IstockphotoMajikan penganiaya ART di Singapura dihukum 10 bulan lebih 2 minggu atas perbuatannya
A A A

JAKARTA- Nuur Audadi Yusoff, majikan penganiaya Asisten Rumah Tangga (ART) asal Indonesia, Sulis Setyowati, di Singapura dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan lebih dua minggu.

Dilansir Straits Times pada Sabtu (21/11), Nuur terbukti berkali-kali menyiksa Sulis, termasuk menampar wajah dan menjambak rambutnya dalam rentang waktu antara Januari dan April 2018.

Dalam putusan hukuman pada Rabu (18/11), hakim wilayah Ronald Gwee mengatakan perbuatan Nur menyebabkan korban menjadi kerap 'berbicara sendiri'.

Hakim juga menyebut Sulis mempertaruhkan nyawanya untuk melarikan diri dari penyiksaan itu dengan nekat menuruni balkon apartemen majikannya dari lantai 15 di Yishun.

Hakim menilai perlu hukuman yang membuat jera untuk memberi pesan kepada semua orang bahwa kekejaman seperti itu tidak dapat diterima.

Pihak pengadilan menyatakan bahwa Nuur beberapa hari lalu telah memberi kompensasi kepada Sulis lebih dari Sin$7.000 atau sekitar Rp70 juta.

Sebelumnya, Nuur telah mengaku bersalah atas enam dakwaan penyerangan yang dilakukannya terhadap Sulis pada persidangan September lalu.

Pengadilan akan mempertimbangkan kembali sembilan dakwaan lain, terutama pelanggaran serupa.

Saat peristiwa itu terjadi, Nuur adalah karyawan Singtel, perusahaan telekomunikasi Singapura, yang ditugaskan di pusat kontak Kementerian Tenaga Kerja.

Sementara Sulis mulai bekerja di apartemen milik Nuur di Yishun pada Desember 2017.

Insiden bermula ketika Nuur terbangun karena tangisan putrinya dan mengetahui bahwa Sulis lupa mengoleskan salep pada perut si anak.

Nuur kemudian meludahi Sulis dan menampar wajahnya dua kali. Penganiayaan berikutnya berlanjut pada Februari 2018.

Nuur sempat berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya, tapi kemudian penganiayaan kembali berlanjut pada 21 April 2018 setelah Nuur menelusuri ponsel Sulis.

Si majikan menemukan bahwa Sulis telah mengunggah foto anak-anaknya di Facebook.

"Terdakwa kesal melihat foto-foto itu. Dia marah dan menampar wajah korban dengan telepon dan tangannya, beberapa kali sebelum melemparkan telepon ke tanah. Wajah korban berdarah dan ada (tanda) kemerahan... dia menangis," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Chong Kee En.

Nuur kemudian menyita ponsel tersebut dan menyerang Sulis hampir setiap hari selama sekitar sepekan pasca insiden tersebut.

Pada 29 April di tahun yang sama, Sulis berhasil mengambil ponselnya dan menyembunyikannya saat ingin menelepon agen yang menyalurkan dirinya.

Setelah mengalami serangkaian penganiayaan, Sulis memutuskan melarikan diri melalui balkon karena pintu depan apartemen sang majikan terkunci.

Dia nekat menuruni balkon apartemen majikannya dari lantai 15 lantaran tidak tahan dengan perlakuan kasar majikannya.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...