Hizbullah:

Pengakuan AS Atas Yerusalem Akhir dari Israel

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A
Tanggapan yang paling penting adalah mengumumkan intifadah Palestina ketiga di semua wilayah Palestina yang diduduki, dan sesungguhnya menjadi kewajiban dunia Arab dan Islam untuk berdiri di sisi Palestina,

BEIRUT - Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Ia pun menyatakan bahwa keputusan Trump tersebut akan menjadi awal dari berakhirnya Israel.

Nasrallah mengatakan bahwa tanggapan terbaik terhadap keputusan AS di Yerusalem adalah melakukan kembali intifadah.

"Tanggapan yang paling penting adalah mengumumkan intifadah Palestina ketiga di semua wilayah Palestina yang diduduki, dan sesungguhnya menjadi kewajiban dunia Arab dan Islam untuk berdiri di sisi Palestina," kata Nasrallah seperti disitir dari Xinhua, Selasa (12/12/2017).

"Kami tidak akan membiarkan keputusan ini menjadi akhir dari Palestina dan Yerusalem. Dengan segala keyakinan dan kepastian, saya meyakinkan Anda bahwa keputusan Trump akan menjadi awal dari akhir entitas pendudukan ini yang disebut Israel," tegasnya.

Puluhan ribu massa berkumpul di pinggiran selatan Beirut mulai Senin petang, berbaris dan bernyanyi dalam solidaritas untuk orang-orang Palestina dan menolak keputusan Trump.

Aksi tersebut terjadi setelah Nasrallah meminta untuk melakukan demonstrasi dalam sebuah pidato pada hari Kamis lalu.

Pada pertengahan minggu lalu, Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan mengungkapkan niatnya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kami tidak akan membiarkan keputusan ini menjadi akhir dari Palestina dan Yerusalem. Dengan segala keyakinan dan kepastian, saya meyakinkan Anda bahwa keputusan Trump akan menjadi awal dari akhir entitas pendudukan ini yang disebut Israel,
Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...