Penerbangan ke Banda Aceh Sepi

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi Maskapai Penerbangan
A A A

ACEH BESAR - Sejumlah maskapai mengakui kini mulai memasuki low season atau musim sepi penerbangan yang berakibat pengurangan frekuensi terbang dari dan ke Banda Aceh.

"Saat ini telah masuk, dan di November ada beberapa maskapai mengurangi frekuensi penerbangannya di Aceh," ujar Ketua Komite Operator Penerbangan (AOC) Bandara Sultan Iskandar Muda, Andi Djamal di Banda Aceh, Rabu (31/10).

Ia menyebut, seperti maskapai Batik Air merupakan anak perusahaan Lion Air Group memberi pelayanan penuh, bakal mengurangi frekuensi terbang satu kali penerbangan efektif bulan depan.

Pengurangan itu terpaksa dilakukan oleh operator transportasi udara demi melakukan efisiensi, karena bisnis penerbangan membutuhkan modal yang besar.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA) tahun ini pernah menyatakan, avtur atau bahan bakar pesawat menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total biaya maskapai.

"Bisanya penerbangan mulai normal lagi di Desember 2018, karen memasuki libur anak sekolah dan tahun baru," katanya.

Siti (31), karyawan biro perjalanan di seputaran Lambhuk, Banda Aceh, mengatakan, pemesanan tiket calon penumpang cuma menurun jauh dibanding biasanya.?

Seperti diketahui, Bandara Sultan Iskandar Muda dewasa ini pergerakan pesawat sekitar 30 kali terbang dengan melayani lima rute domestik dan dua rute internasional.

Yakni ke Medan, Cengkareng, Jakarta, Kuala Lumpur, dan Pulau Pinang dengan tujuh operator, yakni Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Citilink, AirAsia, Firefly, dan Malindo Air.

"Kalau penumpang khususnya ke Jakarta, itu alami penurunan hingga 50 persen. Lazimnya di kita last minute (menit terakhir) calon penumpang memutuskan berangkat atau tidak," tuturnya.

Kode:47
Sumber:antara
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...