Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Muhamaddinsyah

Pendemo Tantang Pemkab Bener Meriah Audit Seluruh Koperasi Kopi

SAMSUDDINAnggota DPRK Bener Meriah saat menerima massa aksi unjuk rasa
A A A

BENER MERIAH – Muhamaddinsyah salah seorang peserta aksi yang tergabung dalam Petani Kopi Menangis (PKM ), menantang Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Perdagangan untuk mengaudit seluruh koperasi kopi yang ada di Bener Meriah.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab, Madin menduga ada koperasi Kopi di Bener Meriah telah melakukan tindakan manipulatif dengan mencampurkan kopi gayo dengan kopi dari luar gayo.

Hal tersebut disampaikan Muhamaddinsyah, di depan para legislatif dan eksekutif saat demo di dalam gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020).

Madin juga menyebutkan, BPD sebagai Bank yang bekerjasama dengan resi gudang terlalu membebankan bunga sebesar 13,5 persen, hal ini malah membuat petani semakin menjerit.

“Bukankah Pemkab juga pemegang saham di BPD (Bank Aceh-red). Jika BPD tidak mau bekerjasama membantu rakyat Bener Meriah khususnya petani kopi, pindahkan saja APBK dari BPD Aceh ke Bank lain," tegas pemuda Ujung Gele itu.

Sementara pendemo lainnya mengatakan apalagi saat ini sedang merasakan bagaimana peliknya ekonomi ditengah masyarakat, belum lagi virus covid-19 belum lenyah dari daerah. Namun dalam hal itu tidak ada terbesit satu upayapun dari esksekutif dan legislatif untuk bercerita tentang bagaimana mengatasi ekonomi ditingkat masyarakat sampai ke tingkat dusun.

“Kami tidak ada mobilisasi massa, tapi ketika bapak menginginkan kami memobilisasi massa Minggu depan bapak tunggu disini kami akan menhadirkan massa sekemampuan kami,"tegas Konadi.

Kepada anggota DPRK mareka meminta agar selalu terbuka dengan masyarakat serta mendengar setiap penyampaian dari masyarakat.

"Harapan kami, ketika kami datang kesani ( gedung DPRK ) kami tidak meminta ruangan khusus tetapi kami hanya meminta para anggota DPRK menghargai dan menerima kehadiran massa yang mau menyampaikan aspirasi masyarakat petani kopi,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...