Pencarian Nelayan Hilang di Sabang Tanpa Hasil

FOTO | ISTIMEWAPencarian seorang nelayan asal Gampong (desa) Ie Meulee, Sabang, Aceh, Satya Prambuanto (35) yang hilang ketika melaut, Rabu (4/1) dihentikan tanpa membuahkan hasil.
A A A

SABANG - Pencarian seorang nelayan asal Gampong (desa) Ie Meulee, Sabang, Aceh, Satya Prambuanto (35) yang hilang ketika melaut, Rabu (4/1) dihentikan tanpa membuahkan hasil.

"Kami sudah melakukan pencarian korban dengan optimal selama empat hari berturut-turut sampai ke utara, timur laut tanpa membuahkan hasil dan hari ini pencarian kami hentikan sementara waktu sambil menunggu informasi selanjutnya," kata Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Wilayah Ie Meulee, Sabang Saiful Bahri alias Yah Ngoh di Sabang, Minggu.

Ia menyampaikan pencarian korban yang hilang di laut tersebut selama empat hari turut serta dibantu, SAR, TNI, polisi bersama masyarakat nelayan sampai 20 mill dari lepas pantai Sabang dengan menyusuri arus laut di pantai-pantai, namun pencarian belum membuahkan hasil.

"Kami sudah menyampaikan ke seluruh panglima laut maupun nelayan jika ada yang meliat boat thethet warna bitu dan ada tulisan 93 di punggung boat bisa menginformasikan kami dan keluarga ke Gampong Ie Meule Sukajaya, Sabang" katanya.

Panglima Laut menjelaskan nelayan asal Ie Meulee, Sabang Satya Prambuanto (35) melaut seorang diri pada Rabu (4/1) pagi sekira pukul 07.00 WIB dan sampai dini hari belum diketahui keberadaannya bersama perahu yang ia tumpangi.

Sebelumnya, Kepala Stasium BMKG Kota Sabang Siswanto sudah mengingatkan nelayan maupun pengguna jasa pelayaran untuk berhati-hati ketika melaut, pasalnya pada musim timur seperti ini di perairan Sabang, Aceh diprakirakan gelombang laut berkisar 2,5 sampai dengan empat meter.

"Sekarang musim timur gelombang laut sampai empat meter. Untuk itu kita imbau nelayan serta pengguna jasa pelayaran lebih berhati-hati ketika melaut dan jika cuaca buruk lebih baik tidak melaut sementara waktu, untuk menghindari dari cuaca buruk itu," katanya.

Palau paling ujung barat Indonesia yang dikelilingi Selat Malaka dan Samudera Hindia terjadi dua musim diantaranya, musim timur dan barat. Kedua musim ini arah angin serta gelombang laut cukup membahayakan bagi masyarakat nelayan serta pengguna jasa pelayaran.

Untuk itu, Stasiun BMKG Kota Sabang juga kembali mengingatkan, masyarakat nelayan serta pengguna jasa pelayaran untuk lebih berhati-hati ketika melaut maupun berlayar ketika memasuki musim itu.

"Utamakanlah keselamatan ketika melaut bagi nelayan dan pengguna jasa pelayaran," katanya.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...