Pemda DIY Siapkan Rp14,7 Miliar

Penanganan Bencana Banjir dan Longsor

FOTO | ANTARAPengendara motor menerjang banjir yang menutup jalan di wilayah Cawas, Klaten, Jawa Tengah, 29 November 2017.
A A A
Siklon tropis Dahlia jam 7 pagi bergerak ke selatan Pulau Jawa, dan diprediksi akan terus bergerak ke arah selatan. Untuk prakiraan, Sabtu (2/12) jam 7 pagi siklon Dahlia sudah berada di selatan Jawa Tengah, tepatnya 450 KM dari Cilacap. Jadi prediksinya siklon Dahlia mulai menjauhi Indonesia dan kemungkinan tak melintas di DIY,

YOGYAKARTA - Pemerintah DI Yogyakarta, akan menggunakan dana tak terduga yang tersedia berjumlah Rp 14,7 miliar untuk mengatasi dampak dari cuaca ekstrem yang mengakibatkan banyak kerusakan dan korban jiwa.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi mengatakan, dana tersebut bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan dan berdasar rapat koordinasi pada Kamis (30/11), penanganan kedaruratan akan disesuaikan dengan kewenangan Kabupaten Kota maupun Provinsi.

"Sudah ada beberapa masukan Kabupaten Kota untuk melihat mana-mana yang ditangani, nah tugas kita tinggal memilah, mana yang menjadi (wewenang) kabupaten kota," katanya Sabtu (2/11).

Sesuai dengan Ketetapan Gubernur Nomor 251/KEP/2017 tentang status siaga pada tanggal 28 November 2017 sampai 31 Maret 2017, provinsi akan memberikan bantuan dana kepada kabupaten/kota.

“Tetapi penanganan kedaruratan artinya bukan membangun jembatan putus tetapi yang sifatnya kedaruratan masyarakat," terang Sekda DIY.

Gatot juga mengatakan, dari saran Gubernur, akan dilakukan langkah atau gerakan-gerakan pembersihan lapangan dari sampah dan lainnya. Sehingga diharapkan jika terjadi cuaca ekstrem kembali, tidak menjadi lebih parah, mengingat prediksi puncak musim hujan baru akan terjadi pada Januari- Februari tahun depan.

Diketahui, jumlah dana tak terduga kabupaten/kota di DIY mencapai Rp 20 miliar lebih. Kulonprogo Rp 3 miliar, Bantul Rp 7 miliar, Gunungkidul Rp 9 miliar, Sleman Rp 6 miliar dan Kota Yogya memiliki Rp 4 miliar.

Ditambahkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Krido Suprayitno, kabupaten/kota di DIY semua sudah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor.

"Kami menuju ke perbaikan setelah pentahapan kemarin penanganan primer dan penyelamatan korban," kata Krido.

Tahapan perbaikan yang sifatnya kedaruratan ini akan mulai dilakukan pada pekan depan. Bentuknya berupa perbaikan talud, pembersihan sampah termasuk yang menutup jembatan besar, dan jembatan di lokasi strategis.

Menurutnya rapat terkait dengan pembahasan konstruksi akan dilakukan hari ini, Sabtu (2/12) termasuk untuk menghitung kerugian akibat bencana banjir dan longsor.

Siklon tropis Cempaka yang terjadi pada 27 hingga 29 November 2017 lalu mengakibatkan cuaca ekstrem di DIY.
Dampaknya terjadi kejadian bencana di DIY seperti tanah longsor, banjir dan angin kencang

Data dari laporan situasi yang dirilis Pusdalops BPBD DIY Jumat (1/12/2017) pukul 15.00 WIB, tercatat kejadian bencana terjadi di 611 titik dan tersebar di DIY.

Sementara itu, menurut Manager Pusdalops BPBD DIY, Danang Samsurizal, cuaca ekstrim di DIY telah menelan delapan korban jiwa, dua berasal dari Kulonprogo, Gunungkidul (2), Bantul (1) dan tiga warga Kota Yogyakarta. Sedangkan korban luka-luka mencapai sembilan orang.
Sedang rumah penduduk yang mengalami rusak berat, berjumlah 20 rumah, 21 rusak sedang dan 105 rusak ringan. Kerusakan pada infrastruktur, tercatat tujuh jembatan rusak parah, 23 talud dan 11 titik jalan.

Tidak Melintas di DIY
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mendeteksi siklon tropis Dahlia akan melintasi daerah DIY dan sekitarnya, bergerak dari arah barat pulau Jawa menuju ke Timur.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono membenarkan, pada Jumat, (1/12) jam 1 dini hari, posisi siklon Dahlia berada di sebelah Barat Daya Cilacap dan bergerak ke arah Timur, tepatnya 305 KM dari Cilacap.

Namun pada pukul 07.00 WIB, Siklon tropis Dahlia mulai bergerak menjauhi pulau Jawa, tepatnya menuju ke arah selatan.
Dari pantauan itulah pihaknya dapat memprediksi siklon tropis Dahlia tidak akan melintas di DIY.

"Siklon tropis Dahlia jam 7 pagi bergerak ke selatan Pulau Jawa, dan diprediksi akan terus bergerak ke arah selatan. Untuk prakiraan, Sabtu (2/12) jam 7 pagi siklon Dahlia sudah berada di selatan Jawa Tengah, tepatnya 450 KM dari Cilacap. Jadi prediksinya siklon Dahlia mulai menjauhi Indonesia dan kemungkinan tak melintas di DIY," ujarnya.

Dikatakan, meski siklon tropis Dahlia bergerak menjauh, masyarakat terutama yang bermukim di sekitaran pantai selatan harus tetap waspada.

Sementara itu diketahui, hari ini Mensos Khofifah Indar Parawansa mengunjungi warga Bantul korban bencana banjir dan longsor untuk menyerahkan bantuan kepada Pemkab Bantul, termasuk santunan kematian kepada sembilan ahli waris dari empat korban jiwa, berupa isian hunian berupa kasur, satu set kursi-meja, satu paket kompor, family kit serta paket sembako.

Selain menyerahkan bantuan, Mensos juga akan berkunjung ke lokasi bendungan yang rusak yakni Bendung Tegal di Desa Kebonagung Imogiri Bantul, dilanjutkan ke GOR Desa Kebunagung, untuk meninjau dapur umum.

Tetapi penanganan kedaruratan artinya bukan membangun jembatan putus tetapi yang sifatnya kedaruratan masyarakat,
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...