di Masjid Tgk Di Anjong‎

Pemko Gelar Lomba Dikee Aceh

022
A A A

Kami sangat mengharapkan pada saatnya nanti, di setiap meunasah atau masjid gampong yang ada di Banda Aceh bisa berkumandang Dikee Aceh maupun Dalail Khairat pada malam-malam tertentu, misalnya pada malam minggu atau jumat. Untuk itu, kami juga berharap dukungan penuh dari Pemko Banda Aceh.

Drs. H. Zainal Arifin Wakil Walikota Banda Aceh

BANDA ACEH - Selama tiga malam berturut-turut, Rabu-Kamis (26-28/4/2017) bakda Isya di halaman Masjid Tgk Di Anjong, Gampong Peulanggahan, digelar perlombaan Dikee (zikir) Aceh. Kegiatan yang digelar oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh diikuti oleh sembilan grup -perwakilan sembilan kecamatan se-Banda Aceh.

Perlombaan Dikee Aceh tahun ini yang mengusung tema "Melalui Momentum HUT Kota Banda Aceh Ke-812, Kita Lestarikan Dikee Aceh Sebagai Salah Satu Seni Budaya Bangsa untuk Terwujudnya Kota Madani yang Gemilang", dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, Rabu (26/4/2017).

Dalam sambutannya saat membuka acara, Zainal Arifin menyebutkan Dikee Aceh melalui lantunan syair-syairnya, mengusung pesan yang sangat kental dengan nasehat, ajakan-ajakan untuk kebaikan, dan semangat perjuangan. “Dikee sudah akrab di telinga orang Aceh saat dininabobokan oleh ibunda semasa kecil, dan taka da syair cengeng dalam dikee Aceh.”

‘Namun mengapa Dikee Aceh kini semakin terpinggirkan? Hal ini tidak terlepas dari masuknya budaya-budaya luar yang begitu masif baik melalui televisi, internet, hingga media sosial yang saat ini di era serba IT mudah sekali diakses oleh anak-anak kita lewat smartphone-nya,” ungkapnya.

Menurutnya, seni budaya islami seperti Dikee Aceh warisan endatu ini harus tetap dipertahankan, karena sangat bermanfaat bagi generasi muda. “Mempertahankan budaya endatu bukan berarti kita kampungan atau terbelakang, malah semakin dapat menambah khazanah budaya islami yang pada akhirnya semakin mendekatkan kita dengan Allah SWT.”

“Semoga dengan adanya kegiatan ini yang sudah menjadi agenda rutin MAA, dapat menginspirasi kita semua untuk melestarikan budaya islami di gampong kita masing-masing. Kalo bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan seni budaya kita sendiri,” sebutnya pada acara yang dihadiri oleh ratusan warga kota tersebut.

Sebelumnya di tempat yang sama, Ketua MAA Banda Aceh Sanusi Husen menyampaikan maksud dan tujuan perlombaan Dikee Aceh ini untuk meningkatkan syiar islam sekaligus menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat khususnya bagi generasi muda.

“Kami sangat mengharapkan pada saatnya nanti, di setiap meunasah atau masjid gampong yang ada di Banda Aceh bisa berkumandang Dikee Aceh maupun Dalail Khairat pada malam-malam tertentu, misalnya pada malam minggu atau jumat. Untuk itu, kami juga berharap dukungan penuh dari Pemko Banda Aceh.”

Sementara hadiah bagi para pemenang, Sanusi menyebutkan pihaknya telah menyediakan sejumlah dana pembinaan plus piala tetap dan piala bergilir. “Juara I berhak atas dana pembinaan Rp 5 juta plus trofi, Juara II Rp 4 juta plus trofi, dan Juara III mendapatkan Rp 3 juta plus trofi. Kepada yang belum menang, kami juga akan memberikan dana pembinaan masing-masing Rp 1 juta. Semoga tahun depan, event ini dapat kita gelar lebih besar dengan peserta yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Penulis:Jun
Editor:AK Jailani
Fotografer:Jun
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...