Banyak Barang Pameran Rusak

Pemko Banda Aceh Bongkar Gallery Balee Inong

FOTO | AK JAILANIdibongkar
A A A

Yang tidak kami terima, tiba-tiba kok sudah dibongkar sekat-sekat di dalam, ini yang tak bisa kami terima, karena ada barang kami masih di dalam,

Rasyidah

BANDA ACEH - Keputusan Pemerintah Kota Banda Aceh membongkar tempat pemasaran produk industri rumah tangga Gallery Balee Inong, diprotes pengurus galeri. Yang membuat mereka lebih meradang, pembongkaran tanpa koordinasi dengan pengurus.

Bangunan tersebut memang milik Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah dipakai pinjamkan untuk Gallery Balee Inong di Ulee Lheue, Banda Aceh.

Saat dilakukan pembongkaran Kamis kemarin, selain tanpa koordinasi dengan pengurus, ada banyak barang yang belum dipindah. Sehingga saat beberapa baton dibongkar untuk dibuat kafe, barang-barang tak dipindahkan. Akibatnya, banyak barang yang kotor dan rusak. Seperti kain rajutan, kultas, kipas angin bahkan kue.

Ketua Gallery Balee Inong Banda Aceh, Rasyidah mengatakan, memang benar bangunan itu sudah diminta kembali oleh Pemkot Banda Aceh. Sudah ada kesepakatan juga, Gallery Balee Inong Banda Aceh akan dipindahkan ke lokasi lain.

"Yang tidak kami terima, tiba-tiba kok sudah dibongkar sekat-sekat di dalam, ini yang tak bisa kami terima, karena ada barang kami masih di dalam," kata Rasyidah.

Rasyidah mengaku, sebelum mereka diresmikan menjadi tempat Gallery Balee Inong Banda Aceh 5 Mei 2017, gedung tersebut terbengkalai. Setelah dijadikan galeri, bangunan tersebut kemudian direhap secara pelan-pelan.

"Pertama kali bangunan ini hanya ada atap, setelah itu saya mengusulkan untuk dibuat teralis besi dan sekat-sekat dalam bangunan agar aman, dan barang-barang tidak basah saat hujan," jelasnya.

Menyangkut dengan pembongkaran itu, Rasyidah mengaku tidak mengetahui. Dia baru mengetahui setelah kemarin melewati tempat itu, ternyata beberapa sekat bangunan sudah dibongkar.

"Saya hubungi Pak Purnama (Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan Kota), kok dibongkar seperti. Dia bilang, saya akan ganti yang rusak dan bersihkan yang kotor," jelasnya.

Sementara itu Purnama Karya ketika dikonfirmasi mengatakan, bangunan ini memang sudah disewakan kepada pihak lain. Sedangkan Gallery Balee Inong Banda Aceh akan dipindahkan ke lokasi lain.

"Yang mereka protes bukan pemindahan, tetapi tiba-tiba sudah dibongkar dan masih ada barang mereka di dalam," jelas Purnama Karya yang datang ke lokasi.

Pertama kali bangunan ini hanya ada atap, setelah itu saya mengusulkan untuk dibuat teralis besi dan sekat-sekat dalam bangunan agar aman, dan barang-barang tidak basah saat hujan,
Fotografer:AK Jailani
Sumber:merdeka.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...