Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Pemkab Bener Meriah Wacanakan Bentuk Pokmas “Peger Kampung”

SAMSUDDIN.
A A A

BENER MERIAH - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melaluli Dinas Syariat Islam Kabupaten Bener Meriah menggelar acara pembinaan terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat dan penguatan kapasitas pemerintah kampung.

Acara tersebut dihadiri sebanyak 160 peserta yang mewakili, pimpinan Dayah, LSM, OKP, Ormas, Aktivis, Mahasiswa, dan Waratawan. Senin (28/9/2020) di Aula Gedung LPTQ Bener Meriah.

Adapun narasumber yang dihadirkan diantaranya, Muhamadda Yulfan SH dan Muslim AR Advokat dari Banda Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bener Meriah, Taslim melalui Kabidnya Mudawali menyampaikan, kegiatan yang digelar hari ini adalah merupakan pertemuan yang digelar guna untuk membahas peningkatan kapasitas pemerintah kampung dalam rangka penguatan Syariat Islam di Kabupaten Bener Meriah.

"Kita mewacanakan membentuk pokmas dan dalam hal ini bupati meminta memberinya nama Peger kampung, nah untuk itu perlu pegagan hukum dalam melaksanakan tugas dan fungsi Peger kampung masing-masing di kampung,"jelas Mudawali.

Sementara itu, Muhammad Yulfan (pemateri) menyebutkan, sejauh ini dari 23 Kabupaten/Kota se-Aceh baru Kabupaten Bener Meriah melibatkan seluruh elemen untuk membuat rancangan peraturan dan ini perlu diapresiasi.

"Untuk itu kita meyakini dengan melibatkan seluruh elemen untuk memberikan tanggapan dan masukan dalam membuat suatu peraturan maka hasilnya akan lebih efektif,"ujar Yulfan.

Sedangkan Muslim AR pemateri lainnya mengatakan, akibat ketidak tahu masyarakat dalam menangani kasus pelecehan di kampung malah masyarakat menjadi korban karena main hakim sendiri.

"Justru itu, dengan adanya peraturan dan mengefektifkan Peger Kampung hal seperti itu tidak perlu terjadi,"tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...