Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Pemilu AS 2020, Joe Biden-Donald Trump Saling Klaim Menang

Net.
A A A

BANDA ACEH - Masyarakat dunia tengah menunggu hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada Selasa (3/11/2020). Sampai saat ini belum ada hasil resmi pemenang pilpres.

Namun pilpres AS sedikit rada panas, sehingga memicu
api keributan. Pemicu Pemilu Amerika Serikat 2020 itu bernama Donald Trump. Bukan tanpa alasan.

Anggapan itu muncul setelah Trump mengeluarkan pernyataan menolak berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai jika kalah.

Trump meyakini hasil Pemilu AS 2020 bisa berakhir di Mahkamah Agung, karena dia meragukan pemungutan suara melalui pos.

Di tengah pandemi COVID-19, banyak warga negara bagian terdorong melakukan pemungutan suara melalui surat, dengan alasan menjaga diri dari ancaman Virus Corona.

"Saya telah sangat mengeluh tentang surat suara," kata Trump. "Dan surat suara itu bencana," imbuhnya dikutip dari BBC.

Dilansir berbagai media, ketika wartawan memberitahu bahwa "orang-orang sedang melakukan kerusuhan, Trump menyela, "Singkirkan surat suara, dan Anda akan tahu bahwa akan menjadi kelanjutan di sana."

Tidak seperti dalam sejarah pemilu sebelumnya, Pilpres AS 2020 ini dibayangi ancaman langsung dari Donald Trump tentang "kekerasan di jalanan" jika penghitungan suara tidak dipersingkat.

Cuitan Donald Trump pun dengan cepat diberi label oleh Twitter lantaran berpotensi menyesatkan, diunggah di tengah suasana panas pada malam terakhir kampanyenya.

Trump meningkatkan permintaannya untuk penghitungan suara di negara bagian Pennsylvania yang menjadi medan pertempuran agar berakhir pada malam pemilihan, sebelum sebagian besar surat suara negara bagian dihitung.

Trump pun mencerca Mahkamah Agung, yang telah menolak gugatan Partai Republik yang berusaha untuk memotong proses penghitungan.

"Keputusan Mahkamah Agung tentang pemungutan suara di Pennsylvania adalah keputusan yang sangat berbahaya," katanya

"Ini akan memungkinkan kecurangan yang merajalela dan tidak terkendali dan akan merusak seluruh sistem hukum kita.  Ini juga akan memicu kekerasan di jalanan. Sesuatu harus dilakukan!"  ujar Trump.

"Anda akan  menghadapi populasi yang akan sangat, sangat marah," tegasnya.

Peringatan gelap dari Trump ini menandai akhir dari kampanye yang dalam banyak hal belum pernah terjadi sebelumnya.

Ini adalah pemilihan pertama di mana calon presiden petahana mengatakan akan mencoba menghentikan penghitungan suara jika pengembalian lebih awal pada malam pemilihan menunjukkan dia unggul, dan secara terbuka mendorong tindakan intimidasi oleh para pendukungnya.

Saat penghitungan suara Pilpres AS berlangsung, dua kandidat juga saling klaim kemenangan.

"Kami menang besar, tetapi mereka (Demokrat/Joe Biden) sedang mencoba untuk mencuri Pemilu. Kami tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah Polling ditutup," ungkap Trump.

Joe Biden, kami berada dijalur yang tepat dan berhasil

Dikutip dari CNN, Rabu (4/11/2020) Biden juga menyampaikan kepada para pendukungnya di Wilmington, Delaware, "Kami merasa senang dengan posisi kami saat ini, kami benar-benar berhasil."

"Saya di sini untuk memberi tahu kalian malam ini bahwa kami yakin kami berada di jalur yang tepat untuk memenangkan pemilihan ini," sebut Biden.

Gejolak politik ini menimbulkan langkah antisipasi. Di Ibu Kota Amerika Serikat, Washington DC misalnya, sudah ada persiapan jika terjadi kerusuhan usai pesta demokrasi.

Toko-toko menutup jendela mereka, pihak berwenang sedang mempersiapkan pertahanan terhadap demonstrasi yang memicu kekerasan, dan tembok 'anti-pendakian' sedang dibangun di sekitar Gedung Putih, seperti dilaporkan  ABC.

Wisatawan yang sedianya bisa berdiri di luar pagar Gedung Putih untuk melihat dengan jelas tempat tinggal bersejarah presiden AS, kini jalan-jalan sekitarnya diblokir oleh barikade dan penjagaan polisi.

Kantor Eksekutif Presiden semakin diperkuat, dengan beberapa lapis pagar rantai tinggi, penghalang kendaraan beton, dan perimeter keamanan terus diperluas.

Pejabat kota dan penegak hukum bersiap menghadapi dua skenario yang memicu kecemasan: bentrokan di jalan- jalan dan di tempat pemungutan suara.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...