Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Pemerintah Aceh Tidak Miliki Strategi Tangani COVID-19

IKHSANKetua DPRA H Dahlan Jamaluddin SIP
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh dinilai tidak memiliki roadmap dan strategi dalam penanganan pandemi COVID -19. Melainkan hanya pencitraan semata.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPRA H Dahlan Jamaluddin kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (14/9/2020).

"Pemerintah Aceh seperti tidak punya sense of crisis dalam menghadapi pandemi ini,"kata Dahlan.

Ia juga menyatakan di Kantor BPBA tidak ada aktivitas apapun menyangkut penanganan pandemi COVID-19 di Aceh.

Dimana BPBA ditunjuk sebagai Posko Utama penanganan COVID di tanah rencong.

"Tidak ada aktivitas apapun di Kantor BPBA. Boleh lihat langsung kesana," saran Ketua DPRA kepada sejumlah Wartawan yang mengikuti konferensi pers.

Seperti diberitakan oleh sejumlah media sebelumnya Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menunjuk Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Sunawardi, sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 440/970/2020 sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden RI No.7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pembentukan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 di Aceh bertujuan untuk menyatukan langkah pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 di Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...