Seorang pasien berstatus dalam pengawasan (PD) berinisial M (60), warga sebuah desa di Kabupaten Aceh Barat, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Pasien perempuan ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis sejak awal Juli lalu, setelah dirujuk dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat pada Jumat (3/7) sore jelang petang.

Target 25 Ribu Penduduk

Pemerintah Aceh Rapid Test Massal Secara Gratis

HUMAS DAN PROTOKOL SETDA ACEHJuru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani
A A A

BANDA ACEH –Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengintruksikan Gugus Tugas (Gusgas) Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh untuk melakukan rapid test massal secara gratis.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Senin (01/06/2020). Plt Gubernur Aceh, yang juga Ketua Gusgas Covid-19 di Aceh, memasang target minimal, 25 ribu penduduk Aceh di-rapid dalam waktu dekat, kata Jubir yang akrab disapa SAG itu.

“Rapid test massal itu dilakukan berdasarkan pertimbangan epidemiologis dan pelayanan kepada masyarakat diberikan secara gratis” tegas SAG

Ia mengatakan, secara teknis operasional interuksi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Gusgas Covid-19 Aceh, dr Hanif, pada kesempatan pertama, melalui koordinasi dengan Gusgas Covid-19 kabupaten/kota, dan Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Aceh.

Gugas Covid-19 Aceh telah mendisistribusikan sebanyak 13.460 unit alat rapid test kepada Gugas Covid-19 kabupaten/kota, melalui dinas kesehatan dan rumah sakit pada Maret 2020. Alat rapid yang telah dipergunakan sekitar 5.469 unit. Masih ada sisa sekitar 7.991 unit lagi yang siap dipergunakan, urai SAG.

Ia menambahkan, selain stock alat rapid di kabupaten/kota, masih ada redy staock sekitar 13.320 unit lagi yang siap didistribusiakan oleh Gugas Covid-19 Aceh Bidang Penanganan Kesehatan.

“Apabila rapid test unit yang tersedia belum cukup, segera diantisipasi karena persediaan di pasar juga masih terbatas,” kata SAG sesuai arahan Ketua Gusgas Covid-19 Aceh, Ir Nova Iriansyah MT.

SAG menambahkan, intruksi Plt Gubernur Nova itu disampaikan pada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, usai upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila melalui video conference di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (01/06/2020) pagi, dan disambut baik oleh semua unsur Forkopimda Aceh.

“Bahkan, Bapak Pangdam Iskandar Muda dan Bapak Kapolda Aceh siap mensupport dengan tenaga kesehatan TNI/Polri yang ada di provinsi dan kabupaten/kota,” kata SAG lagi.

Data kasus

Sementara itu, SAG menyampaikan kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota per tanggal 01 Juni 2020, pukul 15.00 WIB. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 2.060 orang. Ada penambahan 11 orang dibandingkan data kumulatif kemarin.

“Dari 2.060 ODP tersebut , sebanyak 63 orang masih dalam pantauan petugas kesehatan, 1.997 orang telah selesai menjalani proses pemantauan atau karantina mandiri,” kata SGA

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjutnya, sebanyak 106 kasus dengan rincian, sebanyak 6 orang sedang dirawat, 99 orang telah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. PDP meninggal di Aceh tercatat 1 kasus pada Maret 2020 lalu.

Sedangkan jumlah orang yang Positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 20 orang. Rinciannya, sebanyak 2 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 17 orang sudah sembuh, 1 orang meninggal dunia.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu, seperti juga PDP di atas, terjadi pada akhir Maret 2020. Jadi, bukan kasus baru,” pungkas Jubir Covid Aceh SAG.

Rubrik:PEMDA ACEH

Komentar

Loading...