Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Pemerintah Aceh Apresiasi Pelajar Harumkan Nama Aceh Dikancah Nasional

ISTIMEWAKepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rahmat Fitri HD MPA
A A A

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD MPA, didampingi Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T Fariyal SSos MM, kepada media disampaikan Pemerintah Aceh mengapresiasi dan menaruh rasa bangga kepada para pelajar yang telah mengharumkan nama Aceh dikancah nasional.

“Hari ini membuktikan bahwa kerja keras kita bersama selama ini sudah mulai membuahkan hasil yang maksimal.
Meskipun pada saat ini proses belajar mengajar berada pada kondisi upnormal, justru prestasi anak-anak kita semakin membanggakan,” kata Rachmat Fitri, Jumat (16/10/2020).

Menurut Kadisdik Aceh, keberhasilan keenam jawara dari Aceh dan berhak bertarung di even tingkat internasional yang akan diselenggarakan pada 30 Oktober 2020 di Malaysia itu merupakan buah dari kesungguhan dari pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan muridnya selama ini.

"Jadi tiga tim peneliti muda Aceh sukses lolos ke tingkat Internasional. Ini merupakan bukti bahwa pandemic Covid 19 bukan penghalang bagi pelajar Aceh untuk berprestasi," ujarnya.

Malahan pada kondisi saat ini katanya, banyak pelajar Aceh yang telah sukses mengukir prestasi hingga tingkat internasional. Tidak terbatasi ruang dan waktu.

"Ketika saat ini mulai mengandalkan IT, maka pelajar Aceh sudah melalui proses pendidikan dengan baik, maka akan lahirlah prestasi yang membanggakan,” ungkap Rahmat Fitri didampingi T Fariyal, SSos MM, Kepala UPTD Balai Tekkomdik.

Dinas Pendidikan Aceh kata Rahmat Fitri telah menawarkan beragam pola pembelajaran agar pemenuhan kecukupan proses pembelajaran dapat terpenuhi.

Dia pun meminta kepada para kepala sekolah dan guru untuk dapat membimbing secara khusus para pelajar yang akan dan sedang mengikuti perlombaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Banyak pola pembelajaran yang bisa dijalankan saat ini, termasuk mengajak Babinkantibmas dan Babinsa untuk bersama membantu mensukseskan pendidikan di masa pandemic Covid 19.

"Kita harus berkolaborasi didalam mensukseskan pendidikan ini,” tuturnya.

InIIC 2020 ajang bergengsi bagi cendikiawan muda

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli MPd, mengatakan International Invention and Innovation Competition (InIIC) 2020 merupakan ajang bergengsi tingkat Internasional bagi seluruh cendekiawan muda bertalenta dalam bidang penelitian.

“Kompetisi ini bertujuan untuk mencari ide atau solusi yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan dalam berbagai bidang seperti pangan, teknologi, pendidikan dan lainnya,” ujarnya.

Pada tahun ini, InIIC 2020 mengusung tema “Changing Lives in Brilliant Ways” dengan berbagai jenjang penelitian mulai dari jenjang pelajar, mahasiswa, dosen maupun peneliti profesional di seluruh penjuru dunia.

Untuk di ketahui InIIC 2020 diselenggarakan oleh MMNF publisher bekerja sama dengan University of Malaya dan ASAP.

Namun karena kondisi lagi pandemic Covid 19, maka pada tahun ini kompetisi dilakukan secara daring.

"Adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami SMAN 1 Simpang Kiri dapat mengikuti kompetisi paper tingkat Internasional ini melalui seleksi yang dilakukan oleh ISS (Indonesia Scientific Society) pada program Seleksi Tim Riset Indonesia (LEKTRIN)," katanya.

Sebelumnya ISS merupakan wadah bagi seluruh peneliti muda yang bergerak dalam pembinaan serta memfasilitasi peneliti Indonesia untuk mengikuti kompetisi tingkat Internasional.

Sang juara itu adalah, Dwinta Nurul Fadillah Bintang, Wahdana Apriyani dan Dita Ariyani serta Nabila Gajah dan Siti Asiah

Ketiganya merupakan pelajar SMA Negeri 1 Simpang Kiri, Subulussalam, Aceh.

“Sebelumnya ketiga penelitian tersebut sudah dilakukan pada bulan Juli-September 2020. Alhasil, pada tanggal 02 Oktober 2020 diumumkan bahwasanya SMAN 1 Simpang Kiri akan mengikuti kompetisi Paper Tingkat Internasional yaitu InIIC 2020 di negara jiran Malaysia dengan 3 tim peneliti serta ide terbaiknya,” jelasnya.

Zulkifli mengatakan perlu diketahui bahwa SMAN 1 Simpang Kiri merupakan SMA dengan tim paling banyak yang mewakili Indonesia dalam ajang yang bergengsi ini.

Banyak hal yang perlu dipersiapkan seperti paper lengkap, poster menarik dan video presentasi yang akan menjadi bahan penilaian utama oleh tim juri InIIC 2020.

Semua materi dituliskan dalam Bahasa Inggris dan pada akhirnya seluruh karya penelitian akan dipublikasikan dalam jurnal yang ternama di Dunia.

"Kami mohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya rakyat Aceh agar kita dapat meraih kesuksesan dan membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Salam peneliti muda,” ujar Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...