Zulfikar:

Pembangunan Gampong Harus Berbasis Kebutuhan Masyarakat

FOTO | AK JAILANIAnggota DPRK Banda Aceh Zulfikar Abdullah, ST
A A A

BANDA ACEH - Anggota DPRK Banda Aceh Zulfikar Abdullah ST, berharap melalui dana desa yang sangat besar untuk gampong bisa membangkitkan perekonomian rakyat, mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, pemerataan pembangunan di gampong serta mengatasi kesenjangan sosial.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Zulfikar saat membacakan pandangan akhir Fraksi PKS DPRK Banda Aceh terhadap Rancangan Qanun Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2017, di DPRK setempat, Rabu (08/08/2018).

Zulfikar berharap agar aparatur gampong dalam melakukan perencanaan pembangunan di gampong betul-betul berbasis kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat ikut merasakan besarnya dana yang mengalir ke gampong dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami juga mengingatkan kepada aparatur gampong, khususnya para keuchik untuk sangat berhati-hati dalam penggunaan anggaran tersebut, sehingga pada akhirnya tidak ada satupun keuchik di kota Banda Aceh yang harus berurusan dengan penegak hukum, sebagaimana kita dengar terjadi di kabupaten/kota lain di Aceh,” ujar Zulfikar.

Sebagaimana kita ketahui kata Zulfikar, sesuai dengan Peraturan walikota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2018 tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian dana desa tahun anggaran 2018, bahwa Dana desa yang diterima setiap gampong di kota Banda Aceh tahun 2018 ini lumayan besar yaitu mulai dari Rp600 san juta hingga Rp900 san juta, ditambah lagi dengan dana Alokasi Dana Gampong (ADG) mulai dari Rp500 san juta hingga Rp1 Milyar.

Serta adanya dana hasil retribusi daerah untuk setiap gampong dan dana hasil pajak untuk gampong, sehingga setiap gampong di kota Banda Aceh memperoleh anggaran rata-rata diatas Rp1 Milyar lebih.

Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...