Pelni Cari Kapal yang Cocok untuk Beroperasi di Kepulauan Seribu

FOTO | kompas.comPerahu yang disewakan untuk wisatawan melintas di kawasan pantai Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu
A A A

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tengah melakukan evaluasi terkait penugasan Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan kapal dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu, termasuk mencari kapal yang sesuai.

Direktur Utama PT Pelni Elfien Guntoro saat konferensi pers paparan rapat evaluasi perusahaan di Jakarta, Rabu (4/1/2017) mengatakan saat ini kapal yang dimiliki Pelni belum sesuai dengan karakteristik kedalaman di Kepulauan Seribu karena cenderung dangkal, hanya kurang lebih dua meter.

"Penugasan ini kita evaluasi, saya minta jenis kapal yang sesuai," ucapnya.

Elfien menjelaskan dari kondisi pelabuhan, baik itu Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke maupun Pelabuhan Pulau Tidung.

"Dari semua posisi kapal Pelni belum ada yang sesuai di Pelabuhan Muara Angke juga di Pelabuhan Pulau Tidung. Pulau Tidung juga sempit dan jalurnya sangat rendah atau dangkal," tuturnya.

Namun, Elfien mengaku belum menentukan pembelian kapal yang sesuai karena harus dipesan sesuai dengan trayek di mana kapal tersebut beroperasi.

"Kita belum tentukan beli kapal berapa dan di mana karena beli kapal enggak bisa beli langsung, harus dipesan dulu sesuai dengan trayek yang dilaksanakan," ujarnya.

Namun, Pelni telah mengoperasikan KM Sanus 46 ke Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Sunda Kelapa sejak akhir 2015 dengan tarif Rp 15.000 ke pulau-pulau besar yang ada di Kepulauan Seribu.

Pelni sebelumnya telah mengirimkan tim untuk memeriksa persiapan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara untuk menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelni Akhmad Sujadi mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim yang berasal dari Divisi Nautika dan Divisi Operasi.

Selain Pelabuhan Kali Adem, tim juga akan menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu yang menjadi pelabuhan tujuan.

"Di dua tempat itu, tim memeriksa kelayakan dermaga, kedalaman air laut dan posisi alur pelayaran," katanya.

Selain itu, lanjut Sujadi, tim juga akan melihat kondisi terminal penumpang serta kesediaan rambu-rambu di pelabuhan dan alur masuk kapal di kedua pelabuhan tersebut.

"Alur masuk dan kedalaman air laut sangat krusial bagi keamanan pelayaran, hal yang menjadi prioritas kami dalam melayani penumpang. Sementara kondisi terminal penumpang beserta fasilitasnya akan menentukan kenyamanan penumpang. Kami tentu berharap masyarakat yang hendak berwisata ke Kepulauan Seribu mendapatkan pelayanan prima," ujarnya.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...