Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Pelantikan 16 Pejabat: Usamah “Turun Kelas”

ISTIMEWAPelantikan Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melakukan penyegaran di internal instansi dengan melantik dan mengambil sumpah 16 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh, Senin (11/1/2021).

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah atas nama Gubernur Aceh di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Pelantikan dan pengambilan sumpah ini sesuai dengan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) No. B-41/KASN/1 Tanggal 7 Januari 2021.

Dari sejumlah nama yang dilantik, terdapat seorang pejabat "turun kelas". Dia adalah Usamah SAg MM.

Dimana sebelumnya Usamah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Namun pada penyegaran kali, putra Aceh Utara ini dilantik menjadi Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat.

Sementara penggatinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh diisi oleh Zahrol Fajri S Ag, MH

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat.

Selain kedua pejabat tersebut, Sekda Aceh juga melantik:

1. T Ahmad Dadek SH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan dilantik menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.

2. Ir T Helvizar Ibrahim M Si Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Aceh menjadi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Aceh.

3. Drs Bukhari MM Asisten Administrasi Umum menjadi Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama.

4. Darmansyah S Pd MM Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama menjadi Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA).

5. Dr Iskandar AP, S Sos M Si, Kepala Badan Kepegawaian Aceh menjadi sisten Administrasi Umum.

6. Ir Sunawardi M Si Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh menjadi Kepala Dinas Pertanahan Aceh.

7. Dr Edi Yandra SSTP, M SP: Kepala Dinas Pertanahan Aceh menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

8. A. Hanan MP Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh

9. Dr Ir Ilyas MP Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

10. Ir Mawardi Kepala Dinas Pengairan Aceh menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

11. Ir Fajri MT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

12. Ir Iskandar Syukri MM, MT Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh menjadi Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan.

13. Ir T Mirzuan MT Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh menjadi Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh.

14. Drs Alhudri MM Kepala Dinas Sosial Aceh menjadi Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...