Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Mengejutkan!

Pasien Covid-19 di RSUD Munyang Kute Mengaku Tanpa Diberi Vitamin

SAMSUDINRSUD Munyang Kute, Kabupaten Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Seorang pasien yang terkonfirmasi positif Covid -19 dengan tanpa gejala yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa, akibat selama menjalani karantina di RSUD Munyang Kute hanya diberikan makan saja.

"Kami sudah menjalani karantina di rumah sakit ini sejak kemarin namun, hingga hari ini kami tidak diberi vitamin apa-apa dan hanya dikasi makan saja," ungkapnya saat dihubungi media ini melalui telephon selular, Sabtu sore (1/8/2020).

Disebutkannya, ia bersama dua orang temannya dirawat di dalam satu ruangan dan merupakan pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

"Selain itu selama kami disini juga , tidak ada tindakan apapun atau dokter yang datang sehingga kami merasa heran," ujarnya.

Ia menambahkan, di RSUD Muyang Kute saat ini hanya ada perawat yang mengatar makanan dan jaga malam.

"Seharusnya sebelumnya kami diisolasi di BLK Bener Meriah namun akibat penuh kami  dipindahkan dari gedung yang ada di depan Batlyon Bener Meriah ke RSUD Munyang Kute,"terang pasien tersebut.

Sementara keluarga pasien positif Covid-19, berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap pasien positif yang saat ini menjalani karantina Di RSUD Munyang Kute. "Jika hanya sekadar diberi makan tidak saharusnya keluarga kami di bawa kesana," ujarnya.

Ia berharap, saat menjalani isolasi mandiri mereka dapat diberikan perawatan dan konsul kesehatan sehingga kesehatannya dapat segera pulih. " Jika mereka tertetakan saat menjelani isolasi tentu akan membahayakan imun tubuh dan kami khawatir dapat berakibat buruk," sebutnya.

Untuk itu, ia juga berharap pemerintah tidak hanya melakukan karantina terhadap pasien positif covid 19 melainkan juga perhatian dan pelayanan agar mereka segera sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarga.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Iswahyudi mengaku  sedang melakukan pembahasan penangan pasien positif covid 19 yang saat ini sedang menjalani karantina  di RSU Muyang Kute Bener Meriah.

"Tadi kita sudah duduk bersama pihak rumah sakit dan BPBD untuk  membicarakan penangannya seperti halnya standar makannya yang diberikan namun karna  ini masih hari libur Insyaallah pelayan baru akan normal hari selasa mendatang," ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga mengaku sudah menghitung biaya yang dibutuhkan untuk setiap pasien yang menjalani karantina di RSU Muyang Kute Bener Meriah dan akan segera memberikan vitamin serta kebutuhan lainya.

"Kemarin mereka masuknya pas hari lebaran sementara pegawai sedang libur sehingga kita masukkan ke Rumah Sakit terlebih dahulu walaupun berdasarkan SOP pasien positif sekalipun jika tampa gelaja atau gejala ringan dibolehkan isolasi secara mandiri asalkan  tempatnya memenuhi syarat," ujarnya.

Namun yang menjadi permasalahan katanya, aparatur di desa dan masyarakat menolak keberadaan pasien tersebut sehingga pasien tersebut langsung dialihakan dan dikarantina di berapa tempat termasuk RSU dan BLK.

Menurutnya, penangan saat ini masih sangat darurat dan pihaknya mengaku akan segera menstabilkan pelayan dalam waktu dua hari ini.

"Saat ini kita memang masih sangat terbatas namun akan segera kita stabilkan," tegasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...