Warga Padati Lokasi Eksekusi Cambuk

Pasangan Gay Dicambuk 164 Kali

FOTO | ANTEROCambuk
A A A

BANDA ACEH - Ribuan warga Banda Aceh memadati lokasi dilaksanakannya eksekusi cambuk terhadap pasangan sesama jenis atau gay, yang sebelumnya divonis Mahkamah Syariah dengan hukuman masing-masing 85 kali cambuk.

Namun setelah dipotong masa tahanan, kedua pria yang terbukti melanggar Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, pasal 63 ayat 1 menganai Liwath itu akhirnya dicambuk masing-masing 82 kali.

Kedua pria itu masing-masing atas nama MTA warga asal Stabat dan MHA warga asal Pandrah itu menjalani hukumannya di depan Masjid Syuhada Lamgugop Syiah Kuala Banda Aceh, Selasa (23/05). Sebelum ekseskusi cambuk dilakukan, sejumlah masyarakat juga melakukan aksi dukungan terhadap polisi syariat di provinsi Aceh.

Kegiatan eksekusi cambuk berlangsung pada pukul 11.00 wib. Tidak seperti biasanya eksekusi kali ini begitu menarik perhatian publik dan media-media nasional lainnya. Bahkan Kapolresta Banda Aceh serta Dandim 0101 BS turut hadir dilokasi cambuk.

Pasangan gay itu tiba di masjid Syuhada dengan menggunakan mobil tahaan Kejaksaan Negeri Banda Aceh bersama delapan tahanan lainnya yang juga menjalani eksekusi cambuk pada waktu bersamaan.

Pasangan gay tersebut mendapat giliran eksekusi cambuk paling terakhir, dan berbeda dengan para pelanggar lain, eksekusi cambuk terhadap pasangan gay ini dilakukan oleh lima orang eksekutor/algojo sekaligus.

Proses cambuk terhadap keduanya pun berjalan lancar, dimulai dari hitungan satu hingga hitungan 82.

Sementara itu pada saat bersamaan juga dicambuk terhadap delapan orang lainnya dengan jumlah yang beragam karena adanya pemotongan masa tahanan.

MKA warga Lhokseumawe dan FRS warga Banda Aceh menjalani hukuman cambuk masing-masing 29 kali karena kasus ikhtilat. Kemudian Said Ibr warga Lamno dan WAH warga Bireun masing-masing menjalani 22 kali cambuk karena melakukan ikhtilat.

Selanjutnya MUS warga Blang Pidie dan VER warga Blang Pidie menjalani hukuman sebanyak 27 kali cambuk karena ikhtilat. Terakhir Hen warga Abdya dan AGS warga Meulaboh menjalani hukuman cambuk sebanyak 26 kali, juga karena terbukti melakukan ikhtilat.

Kode:47
Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...