Kasus peredaran ijazah palsu yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan bom waktu bagi oknum pelaku. “Bagi oknum pelaku kesalahan ini adalah bom waktu, karena kasus yang terbongkar hari ini adalah merupakan ijazah beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah ditangani penegak hukum," kata Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga pada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021) “Hari ini kebetulan ditangani oleh pihak berwajib kita berikan ruang kepada mereka agar persoalan ini jangan timbul multi tafsir," ujarnya.

Menghilang!

Papan Bunga di Simpang Lima Diduga Diangkat Saat Jalan Sepi

AK JAILANIPapan bunga terpajang di Simpang Lima Kota Banda Aceh
A A A

BANDA ACEH - Setelah Pemerintah Republik Indonesia membubarkan dan melarang semua kegiatan Front Pembela Islam (FPI) terdapat sejumlah dukungan, tidak terkecuali di Provinsi Aceh.

Seperti yang terlihat di Simpang Lima Kota Banda Aceh pada Jumat (1/1/2021). Disana terdapat beberapa papan bunga berisi ucapan terima kasih atas pembubaran FPI terpajang di pinggir jalan.

BACA JUGA:Miliki Sabu, Dua Pemuda di Banda Aceh Dibeureukah

"Kami mendukung pembubaran FPI," dibawahnya tertulis dari kelompok Pemuda Islam Aceh.

Lain halnya yang ditulis dari Pemuda Aceh Nusantara. Pada papan bunga tersebut tertulis mengucapkan terima kasih atas ketegasan Kemenkopolhulkam, Kapolri, Panglima TNI, kemenkoinfo, BNPT, Kejaksaan Agung untuk membubarkan FPI.

Begitu juga dengan ucapan terima kasih pada papan bungan lainnya. Dimana dari ucapan tersebut mareka berterima kasih dan mendukung kepada Pemerintah yang telah membubarkan FPI.

Namun, Sabtu (2/1/2021) pagi papan bunga yang di pajang di pinggir jalan persis di kawasan Simpang Lima Kota Banda Aceh tidak ada lagi.

Papan karangan bunga itu diduga dipindah pada Sabtu dini hari saat jalan dalam kondisi sepi. Pasalnya sekitar 00:03 WIB, papan bunga yang bertulikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah atas pembubaran FPI masih berada di lokasi tersebut.

Hingga kini, media ini belum berhasil mendapatkan informasi terkait beberapa kelompok tersebut apakah terdaftar di Kesbangpol Aceh sebagai Ormas atau OKP?

Kabid Ormas Kesbangpol Aceh Musmulyadi belum berkenan menjawab. Ia menyatakan harus terlebih dahalu mengecek database ormas di kantor.

"Hari Senin aja bisa, karena itu harus kitas pastikan didata base. Hari ini libur, Senin aja boleh,"ujarnya, Sabtu (2/1) ketika dikonfirmasi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...