Polemik Pilkada di Abdya,

Panwaslih: Itu Bukan Salah Penyelenggara

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A

BANDA ACEH - Panitia pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh mengklaim permasalahan yang terjadi di Abdya saat ini tekait dengan pencoretan pasangan calon bupati, Said Syamsul Bahri dan H M Nafis A Manaf, dari Pilkada Abdya bukanlah bentuk keteledoran dari pihak penyelenggara.

Ketua Panwaslih Aceh, Samsul Bahri mengatakan, Panwaslih telah terlibat aktif saat pendaftaran pasangan calon.

Menurutnya permasalahan yang terjadi di Abdya saat ini terkait dengan pencoretan Said Syamsul Bahri dari Pilkada Abdya adalah permasalahan yang baru muncul.

Pihaknya tidak menemukan kesalahan ketika masa awal pendaftaran termasuk dengan keabsahan dukungan PKPI terhadap pasangan calon tersebut.

“Itu bukan keteledoran, saat itu kan yang menanda tangani Ketua PKPI Isran Noor dan wakil sekjen, saat itu kita melihat itu dibolehkan, namun di DPR RI mereka menolak, dari awal tidak ada masalah, karena baru sekarang muncul,” kata Samsul Bahri saat diwawancarai mediaaceh.co, Rabu 25 Januari 2017.

“Saya menilai, tapi saya tidak tahu, DPR meminta yang menandatangani itu ketua umum dan Sekjen, kalau masalah itu kan yang menandatangani ketua umum dan wakil Sekjen karena sekjennya telah membuat PKPI baru,” katanya lagi.

Samsul menambahkan, jika hari ini ada pencoretan calon maka hal tersebut adalah berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Panwaslih dan KIP tidak punya wewenang untuk melawan, yang bisa memberikan perlawanan atas keputusan tersebut adalah pihak partai pengusung dan pasangan calon yaitu dengan melakukan gugatan ke mahkamah agung dan PTUN.

“Kita sudah menjalankan sesuai dengan tahapan, tapi KIP punya keputusan yang harus kita hormati, dan Panwaslih tidak bisa melawan keputusan DKPP keputusan MA, Panwaslih KIP tidak bisa melawan keputusan DKPP, kalau melawan bisa dipecat yang bisa melawan siapa? Partai dan pasangan calon, kita kan pelaksana menjalankan semua yang telah diputuskan,” kata Samsul Bahri.

Sumber: mediaaceh.co
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...