5.000 Orang Berkunjung Tiap Hari

Pantai May Bay Ditutup selama 4 Bulan

docPantai May Bay
A A A

TERNYATA bukan Indonesia saja yang memiliki beberapa pantai yang kotor akibat sampah. Pantai May Bay, Thailand juga menjadi salah satu pantai yang bisa dibilang korban dari kunjungan wisatawan.

Pasalnya, May Bay dibanjiri oleh wisatawan mencapai lebih dari 5.000 orang setiap harinya, menggunakan speedboat dan kapal feri. Tidak hanya dipenuhi sampah pada pantainya, bawah laut May Bay pun turut jadi korban, terumbu karang rusak karena suhu yang lebih hangat, dan jumlah wisatawan terus menerus bertambah.

Melansir dari laman The Sun, Jumat (25/5/2018), Pantai May Bay pun akhirnya ditutup selama tiga bulan dari kunjungan wisatawan. Cara ini ditempuh agar warisan alam terus lestari dan kegiatan kunjungan wisata bisa tetap dilakukan di masa depan.

“Ini adalah salah satu cara untuk mencoba melestarikan warisan alam kita, yang merupakan bagian penting dari industri pariwisata penting kami,” ucap Kanokkittika Kritwutikon, direktur Tourism Authority of Thailand, di Phuket.

Saat ditutupnya Pantai May Bay, tidak ada perahu, kapal feri, dan speedboat yang diizinkan untuk berlabuh di teluk. Sementara itu, dalam situs resminya, May Bay akan ditutup dari 1 Juni hingga 30 September 2018, untuk memulihkan teluk.

“Kami telah memberitahu bahwa May Bay akan ditutup dari 1 Juni hingga 30 September 2018, untuk memulihkan teluk. Tidak ada perahu yang diizinkan untuk berlabuh di May Bay, tetapi kita akan melewati teluk.”

Keberadaan Pantai May Bay menjadi salah satu pendapatan dari sektor wisata yang penting, karena di Asia Tenggara sendiri, pariwisata menyumbang sekira 12 persen dari pendapatan ekonomi terbesar. Tetapi, ada kekhawatiran tentang kemampuan Thailand dalam mengelola jumlah pengunjung yang meningkat pesat, yang berjalan lurus dengan dampak lingkungan.

Tahun ini saja, Thailand telah membuat larangan merokok dan membuang sampah sembarangan di 24 lokasi tepi pantai karena masalah lingkungan. Thailand juga merupakan salah satu penyumbang limbah laut terbesar di dunia, yang menjadi ancaman serius bagi satwa liar, hasil laporan dari majalah Science pada 2015.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...