Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Pasca Resmi Dinyatakan Sebagai Ormas Terlarang

Panglima Laskar Turunkan Bendera di Markas FPI Bener Meriah

ISTIMEWAPanglima Laskar FPI Bener Meriah Said Abdul Murad menurukan bendera FPI di Markas FPI Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Pemerintah resmi melarang segala kegiatan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) yang diumumkan oleh Menko Polhukam Mahfud MD beberapa hari yang lalu.

Sesuai keputusan MK 82/PUU112013 yang diteken pada 23 Desember 2014, Pemerintah melarang kegiatan FPI dan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa.

Pelarangan tersebut menyusul dengan penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditanda tangani enam kementerian dan lembaga masing-masing diantaranya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhony G Plate, Kapolri Jendral Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BNPT Boy Rafli Amar, dan Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly.

Pasca pemerintah resmi melarangan segala kegiatan FPI, Panglima Laskar FPI Kabupaten Bener Meriah didampingi dan disaksikan pihak kepolisian Sektor Pintu Rime Gayo menurunkan bendera FPI di Markas wilayah FPI Bener Meriah Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kamis (31/12/2020).

Penuruanan bendera FPI tersebut, berlangsung pada pukul 12.00 disaksikan langsung Kepolsek Pintu Rime gayo, Iptu Mustafa SH. Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, Iptu Mustafa menjelaskan prihal penurunan bendera FPI yang baru-baru ini dinyatakan sebagai oramas terlarang oleh pemerintah Indonesia.

"Penurunan bendera FPI yang kita laksanakan berdasarkan hasil koordinasi Polsek Pintu Rime Gayo terhadap panglima laskar FPI, Said Abdul Murad untuk dapat mendukung pemerintahan dalam hal Pembubaran Organisasi FPI," kata Mustafa.

Menurut Mustafa, penuruan bendera FPI tersebut langsung dirurunkan oleh Panglima FPI Bener Meriah Said Abdul Murad. "Dan saya dengen beberapa personel polsek Pintu Rime gayo turut mendampingi dan menyaksikannya,"sebut Mustafa

Dalam proses penurunan bendera ormas FPI yang terletak di Markas FPI Bener Meriah berjalan aman dan tertib.

Ditempat terpisah, Kepolisian Sektor Timang Gajah juga melakukan koordiansi dengan pengurus (Ketua 1 Bidang Dakwah ) FPI Bener Meriah Tgk Suhada (50) warga Kampung Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah terkait keputusan bersama tentang pembubaran Ormas FPI.

"Saya selaku pengurus/ ketua FPI Bener Meriah menaggapi keputusan pemerintah tentang pembubaran ormas FPI menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah, kami FPI Bener Meriah taat dan mematuhi semua keputusan yang di putuskan pemerintah,"kata Suhada.

Sesuai dengan surat keputusan bersama Nomor 220-4780 tahun 2020 tentang larangan kegiatan, pengunaan simbul dan atribut serta penghentian kegiatan fron pembela Islam (FPI).

Tgk Suhada menambahkan, selaku pimpinan FPI Bener Meriah telah menghubungi semua anggota FPI Bener Meriah dan menekankan agar tidak melakukan kegiatan apapun yang mengatasnamakan FPI dan harus tetap patuh kepada keputusan pemerintah.

"Saya memastikan tidak ada lagi atribut-atribut/simbul yang berhubungan dengan lambang FPI yang masih terpasang di wilayah Bener Meriah paska keputusan pemerintah tentang pembubaran FPI,"sebut Tgk Suhada.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...