Menkominfo Rudiantara

Panggil Perwakilan Facebook

FOTO | ISTIMEWAfacebook
A A A

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah memanggil pihak Facebook Indonesia untuk melakukan pertemuan pada sore hari ini. Hal ini dilakukan untuk meminta kejelasan terkait kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia.

“Iya hari ini Pak Rudiantara akan bertemu dengan pihak Facebook sore ini,” kata PLT Humas Kominfo Noor Iza saat dihubungi oleh Okezone.

Sayangnya, pertemuan ini masih belum diketahui waktu pastinya. Namun yang pasti, Noor memastikan jika Rudiantara telah memanggil pihak Facebook.

“Tapi saya tidak tahu apakah pihak Facebook merespon atau tidak. Pak Rudiantara langsung yang menghubungi,” kata dia.

Sekedar informasi, Facebook baru saja meluncurkan data terbaru mengenai jumlah korban kebocoran data yang terjadi di Facebook. Total, ada sekira 87 juta data pengguna yang berada di tangan pihak Cambridge Analytica.

Amerika menjadi negara paling banyak yang data penggunanya bocor. Sedangkan Indonesia sendiri ada di posisi ketiga, dengan 1,096 juta pengguna.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Facebook melalui laman blog resmi mereka, CTO Facebook Mike Schroepfer mengungkapkan jika data yang telah dibobol mencapai 87 juta pengguna.

Kebanyakan, korban datang dari Amerika dengan total pengguna menjadi korban sekira 70,6 juta, atau sekira 81,6 persen. Sedangkan di urutan kedua ada Filipina dengan jumlah korban mencapai 1,17 juta atau sekira 1,4 persen dari total korban.

Sedangkan sekira 1,2 persen data atau sebanyak 1.096.666 data pengguna Facebook Indonesia. Jumlah ini membuat Indonesia berada di urutan ketiga dalam kobocoran data Facebook tersebut.

Mark Zuckerberg, CEO Facebook baru-baru ini seperti diberitakan ABC News mengakui kesalahan perusahaan. "Kami tidak mengambil pandangan yang cukup luas tentang apa tanggung jawab kami. Dan itu adalah kesalahan besar. Dan itu adalah kesalahanku," kata Mark.

Facebook akan mengumumkan kepada pengguna bila informasi mereka telah diberikan kepada pihak lain dengan menambahkan sebuah link pada news feed. Perusahaan juga membatasi akses untuk aplikasi pihak ketiga dan menghapus logs ponsel dan teks setelah satu tahun.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Tekno

Komentar

Loading...