Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo

Optimis E-KTP Selesai Tahun Ini dan Pemilu 2019 Bisa Pakai E-Voting

FOTO | ISTIMEWAMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo
A A A

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menargetkan, perekaman data KTP berbasis elektronik (e-KTP) bagi 183 juta penduduk Indonesia selesai akhir tahun ini. Jika target tersebut tercapai, maka basis data kependudukan itu dapat digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggelar pemilihan berbasis voting elektronik (e-voting).

"Saya optimis 2017, (perekaman) 183 (juta penduduk) dengan data yang belum punya e-KTP akan selesai, sehingga kalau toh KPU menginginkan ada e-voting, siap," kata Tjahjo di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Pemilihan terdekat yang dimungkinkan digelar menggunakan e-voting yakni Pemilu serentak 2019. "(Pemilu) 2019 dong. (Perekaman data e-KTP) akhir 2017 selesai," ujar dia.

Pemilu dengan sistem e-voting diyakini bisa lebih efesien karena tidak memerlukan logistik seperti kertas, paku, hingga gabus untuk mencoblos. Jika pemilu sistem itu diterapkan, maka pemilih cukup menyentuh saja tanda gambar di panel sentuh yang menggambarkan surat suara.

Sementara itu, mengenai proyek pengadaan e-KTP yang sempat terhambat karena kasus korupsi, Tjahjo mengatakan, lelang blangko ditargetkan teken kontrak bulan ini, untuk kemudian dicetak April 2017 dan secara bertahap dikirim ke daerah-daerah.

"Saya kira kita tetap jalan, saya kira perlu dicermati dengan baik per hari ini sudah 96,10 persen yang merekam data kependudukan," ujar dia.

Saat ini masih ada kekurangan data 4,5 juta penduduk yang akan digenjot dan ditargetkan selesai tahun ini.

"Tetapi ada empat setengah juta yang sudah merekam belum dapat e-KTP nya karena lelang 2016 saya batalkan. Mudah-mudahan Maret-April ini sudah mulai," ujar Tjahjo.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...