Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Onsenja Minta Pemerintah Beri Izin Manggung

SAMSUDINPelaku usaha seni dan jasa yang tergabung dalam Organisasi Seni dan Jasa (Onsenja) Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Pelaku usaha seni dan jasa yang tergabung dalam Organisasi Seni dan Jasa (Onsenja) Bener Meriah datangi Kantor DPRK setempat guna meminta Pemerintah daerah setempat untuk mengeluarkan izin melakukan aktivitas manggung dihajatan pesta.

Menurut penuturan perwakilan Pelaku Seni (Keyboard) Bener Meriah, Edy Rengali kepada media, Selasa (7/7/2020 ) di halaman Kantor DPRK Bener Meriah menyebutkan, sejak bulan Maret yang lalu mereka sudah tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas manggung di acara hajatan pesta dimasa pendemi Covid-19, akibatnya para pelaku usaha seni dan jasa sangat terdampak secara perekonomian.

“Dari bulan Maret lalu hingga saat ini kami tidak dapat melakukan aktivitas mangung di acara hajatan pesta pernikahan maupun hajatan pesta lainnya seperti sebelum Covid-19, sehingga kami sangat terdampak perekonomian karena pendapatan kami selama ini dari kegiatan manggung dari pangung kepangung di acara pesta-pesta yang digelar masayarakat," ungkap Edi Rengali.

Hal Senada juga disampaikan Pelaku Usaha Seni lainya, Danang, menurutnya mengingat saat ini Kabupaten Bener Meriah sudah berada dalam zona hijau Covid-19 dan menuju new normal (kehidupan baru), untuk itu pelaku usaha seni dan jasa meminta kepada pemerintah daerah Bener Meriah untuk memberikan izin dengan memperbolehkan lagi kegiatan Keyboard pada acara pesta pernikahan maupun pesta hajatan lainnya.

“Karena kami melihat di Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah memperbolehkan lagi mengelar keyboard, apa salahnya juga kami di Bener Meriah juga di izinkan meskipun harus dengan mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 kami bersedia untuk mengikuti ketentuan tersebut,"ungkap Danang.

Sementara Gayadi mengatakan di Kabupaten Bener Meriah terdapat sebanyak 46 pelaku usaha Seni Keyboard, 39 pelaku usaha jasa pelaminan, dan puluhan fotografer pesta perkawanian yang terdampak perekonomian akibat Covid-19.

Kata Gayadi, hal itu sudah berlangsung sejak Pemerintah mengeluarkan himbauaan untuk tidak melakukan pesta dengan mengelar respsi pernikahan atau pun khitan dengan melibatkan orang banyak pada bulan Maret 2020 yang lalu hingga saat ini.
"Tentu dengan kondisi itu para pelaku usaha seni dan jasa merasakan dampak luar biasa,"terang Gayadi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...