Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Ombudsman, Selama Covid-19 Proses Pendidikan tidak Efektif

ISTIMEWAKepala Ombudsman Aceh, Dr Taqwaddin Husen
A A A

BANDA ACEH - Selain sektor perekonomian, aktivitas sektor pendidikan menjadi salah satu yang sangat terpengaruh selama terjadi pandemi covid-19.

Mengapa aktivitas dunia pendidikan tersendat akibat covid19, maka untuk mengetahui sejauhmana hal itu bisa terjadi, Ombudsman Aceh menggelar diskusi secara virtual, yang dilaksanakan Rabu (10/6/2020) lalu.

Dalam diskusi tersebut terungkap dalam diskusi yang dilaksanakan secara virtual terungkap berbagai tanggapan dari narasumber dan stakeholders lainnya.

Diskusi kali ini menghadirkan narasumber antara lain Kepala Ombudsman Aceh, Dr Taqwaddin Husen, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri MPA, Kepala kantor (Kakan) Kemenag Banda Aceh, Dr H Asy"ari MSi, dan Kadisdik Banda Aceh Dr Saminan Mpd.

Selain itu panitia juga menghadirkan Ketua Komisi VI DPRA Tgk H Irawan Abdullah SAg dan Ketua Asosiasi Manajemen Pendidikan Islam Dr Sri Rahmi selaku pengamat pendidikan, serta Ilyas Isti selaku moderator.

Dalam diskusi itu, Taqwaddin mengatakan, pendidikan selama pandemi corona tidak berjalan efektif.

"Kenapa hal ini terjadi karena ada berbagai kelemahan, seperti pengaruh jaringan internet, tidak semua wali murid memiliki smartphone, dan minat belajar yang rendah dari siswa," ungkapnya.

Selain itu kata Taqwaddin, belajar secara daring hanya bisa diikuti oleh sebagian kalangan di kota. Selanjutnya, belajar secara daring tidak bisa menggantikan posisi guru di kelas.

"Jadi murid itu lebih bersemangat ketika berinteraksi secara langsung gengan gurunya," ujar Taqwaddin.

Sementara Kadis Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri saat diskusi berpendapat pihaknya tidak menampik terhadap lemahnya kondisi atau tidak efektifnyapendidikan saat ini.

Menurut Rachmat Fitri, catatan dari pihak Ombudsman akan menjadi perhatian dirinya dan bagi instansi.

"Kita berharap proses pendidikan tetap berjalan walau dalam keadaan apapun. Dalam kondisi upnormal seperti ini, kita berharap berbagai ide kreatif muncul untuk pembelajaran," papar Rachmat.

DPRA membuat grand desain pendidikan

Hal yang sama juga diakui oleh Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah. Irawan munuturkan, saat ini pihaknya sedang membuat grand desain untuk pendidikan di masa new normal.

Irawan mengaku pihak dewan juga sedang mempersiapkan grand desain untuk pendidikan menuju ke arah new normal.

"Ini kita lakukan (mempersiapkan grand desain) bersama multistakeholder," ujar Irawan.

Dia juga menyampaikan bahwa, untuk saat ini, dana BOS bisa digunakan untuk proses pembelajaran secara daring.

"Jika kondisi ini berkepanjangan, maka kita sudah mempersiapkan beberapa solusi. Seperti pelatihan guru untuk proses belajar secara daring, penambahan tower untuk daerah terpencil," katanya.

Sementara, Kepala Kantor Kemenag Banda Aceh Dr. Asy'ari pada kesempatan diskusi memaparkan bahwa pihaknya tetap mengikuti petunjuk dari Kemenag.

"Kami akan mengikuti petunjuk dari pihak Kemenag. Untuk pembelajaran new normal, mungkin dengan sistem belajar selang seling yang bertujuan untuk memperkecil jumlah siswa yang hadir" sebut Asy'ari.

Sedangkan Kadis Pendidikan Banda Aceh, Dr Saminan memaparkan, selama pandemi pihaknya tetap bekerja melayani murid dengan berbagai sistem pembelajaran, baik dengan sistem online ada juga gurunya yang datang ke rumah-rumah siswa.

"Proses belajar mengajar tetap berjalan walaupun dimasa covid, tetapi dengan sistem yang berbeda, yaitu tidak tatap muka tapi pembelajaran menggunakan sistem online, namun ada juga guru yang mendatangi umah siswa.

"Tapi khusus bagi mereka yang tidak memiliki smartphone,"ujar Saminan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...