Tak Ada Alasan untuk Malas Gerak!

Olahraga Bisa Menangkal ‘Gen Gemuk’

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A

Memang gen ini dikatakan berdampak langsung pada pengaturan berat badan seseorang. Tetapi pada dasarnya, efek gen FTO ini sendiri kecil,

Marielisa Graff peneliti

JAKARTA - Memiliki gen gemuk membuat seseorang jadi punya alasan untuk malas berolahraga. Karena tak peduli sekuat apapun mereka berusaha, bobot juga tak kunjung turun. Namun bukan berarti Anda tak punya harapan lho.

Penelitian terbaru dari University of North Carolina, Chapel Hill mengemukakan, olahraga rutin masih bisa bermanfaat menurunkan berat badan, walaupun yang bersangkutan memiliki gen gemuk.

Penelitian didasarkan pada pengamatan terhadap lebih dari 200.000 orang, termasuk mengumpulkan informasi tentang berat badan dan kebiasaan olahraga mereka, lalu kaitannya dengan susunan genetik mereka.

Ada jutaan gen yang diduga berkaitan dengan hal ini, tetapi hanya satu gen yang dianggap paling kuat kaitannya dengan obesitas disebut dengan FTO.

Namun partisipan yang aktif berolahraga tetapi juga memiliki varian gen ini tampak lebih resisten terhadap efek gen tersebut ketimbang mereka yang memang pemalas.

Selain itu, olahraga terbukti melemahkan efek gen tersebut hingga sepertiga atau 30 persen.

Sejauh ini peneliti belum bisa menjelaskan apa penyebab di balik fenomena ini. Mereka hanya menduga efek gennya tidak terlalu kuat.

"Memang gen ini dikatakan berdampak langsung pada pengaturan berat badan seseorang. Tetapi pada dasarnya, efek gen FTO ini sendiri kecil," kata peneliti Marielisa Graff seperti dilaporkan Science Daily.

Hanya saja memang ada bedanya antara risiko kegemukan pada mereka yang memiliki gen ini dengan yang tidak. Penelitian mengungkap, pemilik gen ini rata-rata memiliki bobot 3 kg lebih besar daripada yang bukan pembawa.

Menanggapi studi ini, Dr Chip Lavie dari John Ochsner Heart and Vascular Institute, New Orleans menambahkan, peningkatan tren obesitas dewasa ini memang lebih banyak disebabkan oleh penurunan aktivitas fisik yang dramatis.

"Pada orang Amerika misalnya, pekerjaan mereka tidak seaktif dulu, dan mereka juga tidak begitu aktif ketika di rumah maupun saat bersantai," tutur Lavie.

Padahal, lanjut Lavie, manfaat olahraga tidak hanya berdampak pada pengendalian berat badan saja, tetapi juga tingkat kebugaran seseorang, yang berperan kritis dalam mencegah risiko penyakit jantung dan memperpanjang umur.

Kode:47
Sumber:health.detik.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...