Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

KPM Mengaku Dapat Ancaman

Oknum Ketua Pemuda Dusun Kota Panton Labu Diduga Pangkas BLT DD

Dok. Kredivo Ilustrasi
A A A

ACEH UTARA - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Gampong Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara diduga dipangkas oleh oknum Ketua Pemuda Dusun II.

Seperti halnya disampaikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berinisial F melalui seluler kepada acehimage.com Sabtu (4/7/2020) sekira pukul 21:56 WIB.

Kepada acehimage.com, F menjelaskan ikhwal dugaan pemangkasan dana BLT miliknya yang dilakukan oleh oknum ketua pemuda dusun II yang berinisial AM.

Menurut F pembagian BLT -DD di Kota Panton Labu dilakukan pada Kamis (2/7/2020) siang di Kantor Desa. Dalam pembagian BLT itu pihak Pemerintah Desa Kota Panton Labu membagikan langsung jatah tiga bulan mulai dari bulan April, Mei dan Juni.

Singkat cerita, jelas F setelah menerima uang BLT-DD tiga bulan dengan jumlah Rp. 1.800.000 dirinya pulang ke rumah. Sampai di rumah datang dua oknum pemuda dan meminta uang BLT-DD sebesar Rp600 ribu dengan alasan untuk dibagikan ke warga lain yang tidak menerima BLT-DD.

"Kemudian saya mengatakan kepada mereka jika kalian mau mengambil uang BLT-DD pada saya kalian harus menandatangani kwitansi serta saya foto kalian sebagaimana disaat saya menerima uang BLT-DD di Kantor Desa,"jelas F.

Kemudian, kata F kedua pemuda tersebut tidak mau difoto dan menandatangani. Jadi mereka berdua pergi tidak jadi mengambil uang dari dirinya.

"Setelah kedua pemuda itu pulang, datang Ketua Pemuda Dusun yang berinisial AM dan dia AM bertanya kepada saya, jadi gimana kamu harus ada kwitansi ya, saya menjawab ya,"ujar F.

Menurut F, setelah dia menjawab Ya, AM langsung pergi ke rumah warga lain yang menerima bantuan BLT-DD dan saat pulang dari rumah warga yang lain dia AM juga menanyakan hal yang sama, kemudian dikarenakan ada intimidasi jika tidak menyerahkan uang BLT-DD sebesar Rp600 ribu maka untuk pembagian tahap Rp300 ribu untuk tiga bulan kedepan namanya akan dicoret.

"Dengan terpaksa saya menyerahkan uang BLT-DD yang jatah saya sebesar Rp 600 ribu kepada AM dikarenakan kalau saya tidak menyerahkan uang itu nama saya di coret dari penerima, apapun alasannya saya tidak ikhlas dan saya berharap uang BLT-DD milik saya agar dikembalikan,"keluh F.

F juga mengaku jika selama uang BLT-DD miliknya dipangkas oleh Oknum Ketua Pemuda Dusun dirinya kerap mendapat ancaman serta ejekan dari AM.

"Bahkan dia AM mengancam saya untuk tidak lagi tinggal di Desa Kota Panton Labu dan mengejek saya apakah saya sudah melaporkan ke pihak kepolisian,"cerita F kepada wartawan acehimage.com.

Bahkan selama mencuat isu pemotongan uang BLT-DD tersebut dirinya merasa diasingkan oleh pihak perangkat desa dan F juga menyebutkan Oknum Ketua Pemuda Dusun bersama rekannya mengancam toke tempat dirinya bekerja.

"Saya dipanggil oleh toke saya pak De, kata pak De selama ini saya jangan jualan dulu dikarenakan situasi lagi panas dan selama ini bekerja menjual air jagung milik pak De di depan SMP 1 Tanah Jambo Aye,"ujar F.

Sementara AM, Ketua Pemuda Dusun saat dikonfirmasi oleh acehimage.com melalui seluler pada Minggu (5/7/2020) membenarkan terhadap pemangkasan bantuan BLT-DD, menurut AM hasil pemangkasan tersebut diserahkan untuk warga lain yang tidak menerima bantuan BLT-DD.

"Uang itu setelah kita kutip kita serahkan untuk warga lain yang tidak menerima bantuan BLT-DD sebanyak 17 KK dengan jumlah Rp1.200.000 dan pemangkasan itu atas persetujuan dari warga penerima bantuan BLT-DD,"kata AM.

Menurut AM, di dusun II Kota Panton Labu Keluarga Penerima Manfaat yang tercatat sebanyak 34 sedangkan jumlah KK di dusun II 51, jadi sehari sebelum pembagian BLT-DD di kantor desa, dirinya mendatangi dor to dor ke rumah rumah warga yang mendapatkan Bantuan BLT-DD.

"Setelah saya mendatangi dor to dor kerumah warga, semua warga setuju jika uang yang di terima dari bantuan BLT-DD dipangkas untuk di serahkan kepada warga lain yang tidak menerima bantuan BLT,"jelas AM.

AM juga menyebutkan, terkait pemangkasan tersebut atas inisiatif dirinya sendiri sebagai ketua pemuda dusun II tanpa ada intervensi dari Pihak manapun termasuk keplor dan Keuchik.

"Keplor juga pernah menegaskan kepada saya jika itu saya lakukan maka itu semua di luar tanggung jawab dari pada keplor dan untuk warga yang sekarang tidak setuju awalnya saat saya datang ke rumahnya awalnya setuju, tiba-tiba sekarang tidak setuju,"sebut AM.

AM juga membantah keras jika ada yang menyebutkan dirinya mengancam para penerima bantuan BLT-DD jika tidak setuju akan dicoret namanya, menurut AM apa kapasitas dirinya jika mencoret nama warga lain sedangkan nama para penerima BLT sudah di kirim oleh pemerintah Desa.

"Terkait saya melarang si F itu tidak boleh lagi berjualan pada tokenya itu betul dikarenakan selama ini saya sudah banyak membantu dia tetapi dia malah mengkhianati saya dan saat pelarangan itu saya sendiri yang melarang tanpa ada pihak lain, maka saya tegaskan terkait pelarangan dia tidak boleh berjualan berkaitan dengan hal pribadi,"tegas AM.

AM juga membantah jika dirinya menyuruh si F untuk tidak lagi tinggal di Kota Panton Labu, menurut AM apa tugas dirinya untuk minta pindah orang lain.

Sementara itu Keuchik Kota Panton Labu H Hasballah yang diminta tanggapan oleh acehimage.com di kantor Camat Kecamatan Tanah Jambo Aye pada Jum'at (3/7/2020) menyatakan tidak ada kebijakan didalam ketentuan dan disaat musdes penetapan calon penerima BLT sudah dia larang jangan ada yang menyimpang dengan ketentuan yang berlaku.

"Saya tidak pernah menyuruh untuk memangkas bantuan BLT-DD dan disaat pembagian di kantor Desa sudah saya sampaikan, uang tersebut sesudah saya bagikan Rp1.800.000 untuk tiga bulan lewat pagar kantor keuchik uang itu tanggung jawab kalian dan kita lengkap semua dengan dokumentasi,"jelas H Ballah

Menurut H Ballah perbuatan yang dilakukan oleh oknum tersebut diluar tanggung jawabnya, jika mereka berani melakukan perbuatan itu salah dengan hukum maka mereka harus bertanggung jawab sendiri diluar dari tanggung jawab pemerintah desa.

H Hasballah juga menyebutkan, Berdasarkan hasil Musyawarah Desa(Musdes) Kota Panton Labu turut hadir Pendamping Desa, yang kemudian disepakati untuk jumlah KPM yang berhak menerima BLT 90 KPM.

"Pemerintah Desa hanya bisa mengalokasikan cuma untuk 90 KPM karena keterbatasan anggaran, karena sebelum Covid-19 tahap pertama sudah cair dan digunakan untuk pembangunan fisik," pungkas Hasballah.

Camat Tanah Jambo Aye Ismohar SSTP Msi dihubungi secara terpisah oleh acehimage.com, Minggu (5/7/2020) menyatakan dalam aturan tidak diperbolehkan adanya pemangkasan bantuan BLT-DD.

"Tidak boleh ada pemangkasan bantuan BLT-DD Covid-19. Dan jangan ada yang mengambil kebijakan untuk pemotongan harus dibayar Rp600 ribu perbulan mulai dari bulan April, Mei dan Juni," ujar Camat Ismohar

Camat Ismohar juga menyebutkan, rencananya besok (Senin) akan mengkonfirmasi dengan Keuchik Kota Panton Labu terhadap perihal pemangkasan bantuan BLT-DD tersebut.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...