Keluarga mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dikabarkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab dengan metode RT PCR, Rabu (5/8/2020). Informasi ini diperoleh dari postingan akun Facebook Irwandi TeungkuAgam Yusuf tiga jam yang lalu, postigan ini sudah dibagikan sebanyak 46 kali saat dilihat oleh tim redaksi acehimage.com dengan puluhan komentar. Namun, direktur RSUDZA Azharuddin yang dikonfirmasi oleh acehimage.com via pesan WhatsApp mengatakan hasil swab keluarga mantan Gubernur Aceh ini baru keluar sore nanti. "Nanti sore mungkin baru akan keluar hasilnya,"kata Azharuddin.

Nova Pemimpin, Bukan Pemimpi

FOTO | ISTIMEWANova Iriansyah
A A A

Kredibilitas seorang pemimpin bersentuhan dengan integritas, autensitas atau nurani pemimpin

Drs. HT Anwar Ibrahim Pemimpin Redaksi

MEMIMPIN tidak semudah ucapan atau semudah membalikan telapak tangan, apalagi yang dipimpin sebuah daerah atau provinsi dengan rakyatnya memiliki karakteristik yang khas dan beragam pula budaya dan bahasanya, wilayah yang darat dan lautnya lumayan luas seperti provinsi Aceh

Hal yang sangat prioritas untuk menjadi pemimpin di Aceh adalah mampu mempersatukan setiap elemen masyarakat dalam satu visi dan misi. Kemampuan pemimpin untuk mempersatukan masyarakat tentu tidaklah mudah.

Track record untuk menjadi pemimpin Aceh pasti menjadi perhatian dari obyek yang akan dipersatukan yaitu setiap elemen masyarakat maupun daerah.

Lalu bagaimana dengan track record Nova Iriansyah. Track record lulusan magister Teknik Arsitektur ITB Bandung ini selaku pimpinan diyakini mampu, sehingga dapat mengambil hati rakyat dan terbukti rakyat mulai mencintainya.

Tentu rakyat Aceh mencintai dirinya sebagai pemimpin karena kerja keras dan nyata sebagai Plt Gubernur sangat memperhatikan pentingnya pembangunan infrastruktur maupun kebutuhan rakyat dan rakyat merasa aman dibawah kepemimpinan pria kelahiran Banda Aceh 22 November 1963 ini.

Sebagai pemimpin Nova yang pernah duduk di Komisi V DPR RI menunjukkan kelasnya, ia mampu memecahkan berbagai macam persoalan yang berkembang di masyarakat dan mampu menangani perubahan cepat akibat globalisasi yang berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.

Walaupun saat ini gubernur definitif non aktif, tapi rakyat menilai Nova mampu mengendalikan pemerintahan karena ia mempunyai kemauan kuat untuk memajukan daerah dengan realisasi pembangunan yang sebelumnya telah dituangkan dalam program-program daerah yang visioner.

Terbukti Nova adalah pemimpin yang bermata jeli (visionary leader), seorang pemimpin yang berkarakter, punya kredibilitas, dia telah menjadi inspirasi keteladanan dan mampu menumbuhkan harapan bagi rakyat Aceh yang dipimpinnya.

Mungkin inilah urgensi visi kepemimpinan Nova Iriansyah, yakni “menciptakan pandangan hidup masyarakat, mengangkat orang keluar dari ketidakmampuan dan mengejar tujuan”.

Harapan rakyat kepada politisi Partai Demokrat ini, semua program-program visioner tidak hanya menjadi mimpi, angan-angan, bila tidak ada dukungan dari rakyat

Perspektif ini mengantarkan kita pada intisari kepemimpinan yang unggul, yakni kredibilitas dan visi

Karena dapat dipastikan bila seorang pemimpin bukan seorang yang visioner, maka ia hanya akan terjebak kepada interpretasi dari fenomena seperti yang sering terjadi saat ini, dimana dengan kekuasaan yang dimilikinya bisa menjerat seseorang.

Ketika kekuasaan menjadi yang utama dan agung bagi seorang pemimpin, itu berati kredibelitas mulai mengalami erosi.

Banyak kita lihat didaerah sekarang ini, birahi kekuasaan telah banyak menjerat pemimpin kedalam kekuasaan otoriter, rezim sombong, kekuasaan tiranik dan pemerintah arogan dan dalam bentuknya yang paling sederhana kita namakan premanisme.

Mudah sekali menemukan kisah-kisah tentang para pemimpin dengan unlimited power. “Bahkan mereka memimpin untuk berkuasa dan berkuasa untuk menjadi pemimpin” artinya mereka tidak mau menerima masukkan konon lagi bila dikritik sungguh tidak sudi,"

Kredibilitas seorang pemimpin bersentuhan dengan integritas, autensitas atau nurani pemimpin, sedangkan visi adalah “mata” jati diri seorang pemimpin.

Pemimpin yang kredibel tanpa visi sama seperti katak di bawah tempurung, tidak pernah bisa melihat cakrawala yang membentang dan menembus batas-batas kekinian. Mata nuraninya mungkin jernih, tetapi tidak bisa melihat dunia luas, dunia yang akan datang.

Kemimpin yang visioner tetapi tidak kredibel adalah seperti badut di atas pangung sirkus. Opini-opininya hanya bisa menembus angkasa, membentang jauh melampaui zamannya, namun nuraninya yang keruh selalu mengekang langkah kakinya.

Jangan memburu bayangan, sehinga lepas apa yang sebenarnya hendak ditangkap. Pemimpin yang kredibel tanpa visi hanyalah bayangan kosong, dan pemimpin visioner yang tidak kredibel hanya memberikan bayangan kosong.

Tentu rakyat berharap bahwa ada hal yang harus dilakukan seorang pemimpin agar tidak mengalami myopia kepemimpinan.

Seorang pemimpin harus benar-benar menyadari bahwa perannya adalah memimpin manusia dan bukan berkuasa atas manusia.

Seorang pemimpin harus belajar bersikap kritis, belajar menilai secara lebih terbuka terhadap opsi-opsi, belajar melakukan komparasi terhadap perubahan-perubahan kepemimpinannya, dan berusaha untuk tidak terjebak ke dalam satu penilaian tunggal.

Pemimpin harus bisa menyikapi perubahan dan tantangan secara arif dan dewasa. Adakalanya wait and see, terkadang harus bersikap konservasif, tetapi bisa juga agresif dan provokatif, selama didukung oleh fakta yang sahih dan opini yang teruji.

Nah, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan seorang seorang pemimpin adalah kredibel dan visioner yaitu, maka ada hal yang harus disiapkan antara lain, jadilah pemimpin pembelajar, jadilah pemimpin visioner.

Dan terakhir adalah siapan yang menjadi peminpin di Aceh berupayalah menjadi seorang pemimpin yang membangun kredibilitas melalui integritas, otoritas dan kapasitas. Membangun integritas berarti memperkuat moralitas dan karakter sebagai seorang pemimpin.

Penulis:HT Anwar Ibrahim
Rubrik:OPINI

Komentar

Loading...