Peringatan 13 Tahun Tsunami,

Nasir Djamil: Tingkatkan Pemahaman Masyarakat

FOTO | AK JailaniAnggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI asal Aceh HM Nasir Djamil
A A A

Padahal kita ingin agar momentum 26 Desember itu sebagai hari tangguh bencana nasional, tapi ini yang belum direalisasikan, karena masyarakat belum sepenuhnya dilibatkan,

HM. Nasir Djamil, S.Ag, M.Si Anggota Komisi III DPR RI

BANDA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh HM Nasir Djamil berharap kepada Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah untuk membangun mitigasi kultural dan struktural, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka kesiapan dan siagaan menghadapi bencana.

Hal demikian disampaikan anggota fraksi PKS DPR RI itu pada diskusi publik penanggulangan risiko bencana, menakar respon masyarakat dan pemerintah, dengan tema “Mengenali Potensi Bencana, Mengurangi Resikonya”, di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong.

Nasir Djamil meyakini jika hal itu terwujud, maka Aceh akan menjadi kiblat bagi banyak pihak untuk menjadikannya sebagai tempat penelitian, mitigasi dan lain sebagainya di bidang kebencanaan.

Namun kata Nasir, setelah 13 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh, masyarakat belum secara menyeluruh diberikan pemahaman tentang kebencanaan. Selain itu juga belum ada sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat.

“Padahal kita ingin agar momentum 26 Desember itu sebagai hari tangguh bencana nasional, tapi ini yang belum direalisasikan, karena masyarakat belum sepenuhnya dilibatkan,”ujar Nasir Djamil.

Nasir Djamil menambahkan, pemerintah harus secara terus menerus diingatkan, karena akan sangat ironis jika daerah yang pernah mengalami bencana dahsyat seperti Aceh, namun masyarakatnya belum sepenuhnya peduli terhadap risiko bencana. Oleh karenanya Nasir juga mengingatkan masyarakat agar mengubah paradigma bencana dari tanggap darurat ke mitigasi.

“Maka kita menorong agar pemerintah terus berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat, siswa sekolah, sehingga Aceh bisa membuktikan sudah benar-benar siap untuk mengurangi risiko bencana, karena bencana ini kadang bisa diprediksikan, kadang juga tidak, sehingga kitalah yang harus selalu siap. Semuanya kekuasaan Allah sebagai pemilik semesta, tapi kita dituntut untuk mempersiapkan diri,”lanjutnya lagi.

Sementara itu Taqwadin Husein selaku Ketua Dewan Pakar Forum PRB Aceh menyebutkan, menyiapkan masyarakat agar siap menghadapi bencana jauh lebih penting dari pada membangun infrastrukturnya. Oleh karena itu menurut Taqwaddin, penanggulangan bencana harus dimulai dari gampong.

Maka kita menorong agar pemerintah terus berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat, siswa sekolah, sehingga Aceh bisa membuktikan sudah benar-benar siap untuk mengurangi risiko bencana, karena bencana ini kadang bisa diprediksikan, kadang juga tidak, sehingga kitalah yang harus selalu siap. Semuanya kekuasaan Allah sebagai pemilik semesta, tapi kita dituntut untuk mempersiapkan diri,
Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...