Akademisi dan pengamat ekonomi dan politik pembangunan Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh Dr Taufiq Abdul Rahim menyatakan dirinya sependapat dengan Kaukus Peduli Aceh (KPA) yang secara tegas mendukung Kapolda Aceh untuk membongkar dan mengusut tuntas indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam alokasi anggaran refokusing di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh (DKP).

Yahdi Hasan:

Muzakkir Manaf Tegur Bupati Gayo Lues

Kiriman Yahdi HasanAnggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh Yahdi Hasan melakukan pertemuan dengan Bupati Gayo Lues M Amru di Pendopo Bupati setempat.
A A A

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung dengan Bupati Aceh Gayo Lues Muhamad Amru. Pertemuan ini menyangkut gebrakan Amru terhadap wacana pembentukan Provinsi ALA.

Pertemuan Anggota DPRA daerah pemilihan VIII (Aceh Tenggara dan Gayo Lues) ini dengan Amru berlangsung di Pendopo Bupati Gayo Lues, Minggu (27/9/2020) sekira pukul 11:00 WIB.

"Ya, baru saja saya melakukan pertemuan dengan Bupati Amru. Ia akhirnya meminta maaf atas sikapnya baru-baru ini," kata Yahdi Hasan yang dihubungi dari Banda Aceh.

Seperti diketahui, baru-baru ini genderang pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali ditabuh. Amru yang merupakan Bupati Gayo Lues menyatakan serius memperjuangkan provinsi ALA.

Amru yang juga anggota dari Partai Aceh yang selama ini terlihat paling depan dalam memperjuangkan Provinsi ALA disebut -sebut tidak melaporkan kepada pimpinan Partai.

"Terkait isu ALA yang digaungkan oleh Bupati Gayo lues, M Amru yang kader partai Aceh mendapat teguran keras dari ketua Umum Partai Aceh pusat, H Muzakir Manaf," kata Yahdi Hasan kepada acehimage.com.

Oleh sebab itu, Amru kata Yahdi, menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan partai Aceh terkait permasalahan isu pemekaran ALA yang sekarang viral baik di media massa maupun media sosial.

"Dari hati yang dalam sekali lagi M Amru memohon maaf kepada pimpinan dan pihak yang lain nya, terkhusus kepada Mualim dan Abu Razak sebagai pimpinan saya," tutur Amru kepada Yahdi Hasan dalam pertemuan di pendopo Bupati Gayo lues.

Amru pun mengakui kesalahan atas sikap ini, karena tidak mengkordinasikan rencana pemekaran ALA kepada pimpinannya. Apalagi isu ini mengelinding di tengah wabah pandemi COVID-19 melanda Negeri ini.

"Sebagai Kader PA saya mohon maaf dan siap mematuhi dan menjalankan perintah pimpinan saya (Mualem). Sekarang saya ingin lebih fokus bekerja menuntaskan janji-janji politik saya kepada masyarakat, dan mencari jalan untuk membasmi wabah COVID-19 di kabupaten Gayo lues bersama jajaran pemerintah kabupaten Gayo lues," kata Amru yang disampaikan ulang oleh Yahdi kepada acehimage.

Sebelumnya, Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan melihat, isu pemekaran Aceh Leuser Antara (ALA) yang sedang dimunculkan merupakan kepentingan elit politik.

"Bukan keinginan rakyat, melainkan kepentingan elit politik," tegas Anggota DPRA dapil Agara-Galus.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...