Hati-Hati!

Minum Teh dalam Suhu Super Panas Bisa Picu Kanker Esofagus

FOTO | ISTIMEWAtea
A A A

Dari sekian banyak jenis minuman yang rutin dikonsumsi oleh masyarakat dunia, siapa yang menyangka teh ternyata bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya sel kanker?

Seperti kita ketahui, selama ini teh dikenal karena memiliki berbagai manfaat kesehatan yang ampuh. Namun, sebuah penelitian menyebutkan, mengonsumsi teh dalam kondisi sangat panas ternyata dapat meningkatkan risiko kesehatan, termasuk kanker.

Hal tersebut pertama kali diungkapkan oleh sebuah tim penelitian dari Iran. Mereka menemukan bahwa seseorang yang gemar meminum dengan suhu mencapai 60 derajat Celcius atau lebih tinggi, dan mengonsumsi lebih dari 700 ml (kira-kira dua gelas besar) sehari, memiliki risiko 90% lebih tinggi terkena kanker esofagus.

Hal ini ternyata berbanding terbalik dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit teh dan pada suhu yang lebih dingin. Studi tersebut meneliti 50.045 individu berusia 40 hingga 75 tahun di Golestan, sebuah provinsi di Iran timur laut, untuk periode rata-rata 10 tahun. Para peneliti mendeteksi 317 kasus baru kanker kerongkongan dari 2004 hingga 2017.

"Menurut laporan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, dan karena itu disarankan untuk menunggu sampai teh menjadi dingin sebelum minum," ujar pemimpin peneliti Dr. Farhad Islami, selaku direktur strategis American Cancer Society (AMC), sebagaimana dilansir Okezone dari Next Shark, Selasa (26/3/2019).

Sebelumnya, sebuah penelitian juga sempat dilakukan untuk mengamati hubungan antara konsumsi teh panas dan kanker kerongkongan, penelitian yang diterbitkan belum lama ini di International Journal of Cancer adalah pertama pertama untuk menentukan kisaran suhu.

Untuk mengetahui bahaya konsumsi teh bersuhu sangat panas, maka perlu ditilik lebih lanjut penjelasan tentang kanker kerongkongan. Sesuai dengan namanya, kanker ini terjadi di daerah kerongkongan tempat makanan dan cairan mengalir menuju perut.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, mengatakan bahwa kanker kerokongkongan adalah salah satu kanker paling umum kedelapan di dunia. Kanker itu menewaskan sekitar 400.000 orang setiap tahun.

Temuan ini dinilai sangat relevan untuk peminum teh di daerah yang biasanya disajikan panas, berbeda dengan Amerika Serikat dan Eropa Barat, di mana teh biasanya dikonsumsi setelah dingin secara signifikan.

"Jika Anda pergi ke Timur Tengah atau ke Rusia, mereka meminumnya dari samovar yang terus-menerus panas," tutup Peter Goggi, presiden Asosiasi Teh AS, mengatakan kepada CNN pada 2018.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...