Iskandar Usman Al-Farlaky,

Minta Polisi Ungkap Pemburu Gading Gajah

ACEHIMAGE.COM | AK JailaniAnggota DPRA | Iskandar Usman Al-Farlaky
A A A

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky meminta pihak kepolisian dapat segera mengungkap sindikat pemburu gading gajah di kawasan Aceh Timur, menyusul daftar panjang kematian gajah yang ditemukan dalam kondisi tanpa gading.

''Ini bukan kasus yang pertama kali, tapi ini sudah terjadi setiap tahun. Padahal gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) merupakan satwa yang dilindungi,'' katanya di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi soal kematian gajah dengan kondisi mengenaskan di areal Afdeling IV perkebunan sawit milik perusahaan swasta di kawasan Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

Ia menjelaskan untuk menghentikan upaya perburuan berlanjut terhadap satwa gajah, pihak kepolisian harus bisa mengungkap siapa yang menembak, meracun, atau menjerat gajah yang kemudian gadingnya ikut hilang.

''Bisa jadi para sindikat gading ini bekerja secara sistematis. Mereka menjual gading ke pasar gelap dengan meraup keuntungan besar. Jika terus dibiarkan, tidak mustahil dalam rentan waktu 10 tahun, gajah Sumatera di hutan belantara Aceh akan punah," katanya.

Ia menyebutkan khusus di Aceh, berdasarkan catatan WWF-Indonesia menunjukan sudah 36 individu ditemukan mati sejak tahun 2012.

Politisi Partai Aceh itu mengatakan faktor kematian gajah juga beragam mulai penyebab diracun, disebabkan terkena setrum atau jerat di perkebunan sawit.

Iskandar yang juga Ketua Badan Legislasi DPRA itu tidak menampik adanya kasus konflik gajah versus manusia di sejumlah kawasan, dimana gajah saat dalam rotasi perjalanan perpindahan ekosistem selalu merusak tanaman milik warga dan merusak gubuk peristirahatan petani serta ada juga sejumlah petani pernah dilaporkan meninggal dunia akibat dinjak- injak gajah.

''Khusus menyahuti masalah ini, pemerintah melalui Dinas Perkebunan, harus mencari solusi yang tepat menghindari konflik gajah versus manusia. Salah satu kiatnya bisa dengan program CRU (Conservasi Respon Unit). Factor lain, berakar dari berubah fungsinya kawasan habitat gajah seperti konversi kawasan menjadi perkebunan sawit," katanya.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menata ulang zonasi perkebunan agar keberadaan perkebunan sawit tidak berefek buruk ke ekosistem gajah.

Fotografer: AK Jailani
Sumber: ANTARA
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...