Anggota DPRA

Minta Penangguhan Penahanan Tersangka Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

FOTO | ISTIMEWA.
A A A
Saya juga minta izin untuk bertemu langsung dengan warga dan berdiskusi dengan mereka. Usai itu, saya bertemu dengan keluarga geuchik Pasir Putih dan isteri Ketua Pemuda yang kebetulan ada di Polres,

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Alfarlaky meminta kepada Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro agar kelima warga yang ditahan terkait kasus terbakarnya sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur untuk diberikan penangguhan penahanan.

Permintaan itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Ache itu saat bersilaturrmi dengan Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro di Mapolres setempat, Selasa (01/05/2018).

Pada kesempatan itu Iskandar menyebutkan, sudah menyampaikan kepada keluarga warga, masyarakat, dan forum geuchik di Ranto Peureulak, untuk mempersiapakan dokumen permohonan tertulis.

“Saya juga minta izin untuk bertemu langsung dengan warga dan berdiskusi dengan mereka. Usai itu, saya bertemu dengan keluarga geuchik Pasir Putih dan isteri Ketua Pemuda yang kebetulan ada di Polres,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kepolisian Resort Aceh Timur menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam insiden ledakan dan kebarakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (25/04/2018).

Kelima tersangka yang ditetapkan yakni, Kepala Desa Pasir Putih berinisial B (51). Kemudian, F (34) selaku ketua pemuda setempat. Selanjutnya, Z (39), warga Pasir Putih, sebagai penyandang dana atau pemilik modal, J (45). Sementara, A alias D (35) warga Pasir Putih, sebagai pekerja di tambang tersebut.

Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...