Zulfikar Abdullah, ST,

Minta Pemko Tegakkan Amar Makruf Nahi Munkar

FOTO | AK JAILANIAnggota DPRK Banda Aceh | Zulfikar Abdullah, ST
A A A

Belakangan ini kami dapat banyak keluhan dan laporan dari Masyarakat kota Banda Aceh tentang kerisauan mereka kembalikan Maraknya berkeliaran perempuan-perempuan dimalam hari, baik yang memang benar-benar perempuan maupun yang memaksa diri menjadi perempuan (bencong -red)

Zulfikar Abdullah, ST Anggota DPRK Banda Aceh

BANDA ACEH - Upaya Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan penegakan hukum dan Syariat Islam mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

Anggota DPRK Banda Aceh Zulfikar Abdullah, ST, berharap agar semangat untuk menegakkan amar makruf haruslah diiringi dengan menegakkan nahi munkar, karena keduanya tidak dapat dipisah satu dengan lainnya.

Menurut Zulfikar, siapapun yang menjadi pimpinan di kota Banda Aceh, harus fokus pada penegakan kamar makruf nahi munkar, karena menurut Zulfikar, pemko punya potensi dan dukungan dari berbagai pihak untuk menegakkan aturan syariat Islam di wilayahnya.

“Kami menyampaikan apresiasi terhadap seluruh program penegakan amar makruf di kota Banda Aceh yg telah Dan Alan dilaksanakan oleh pemko, dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama memberikan dukungan, karena semua kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt,”ujar Zulfikar, Senin (13/11/2017).

Zulfikar mencontohkan, pengungkapan kasus prostitusi online dan judi fundland menujukkan adanya praktik-praktik pelanggaran syariat Islam serius di kota Banda Aceh. Oleh karena itu Zulfikar meminta Pemko untuk tidak mentolerir kegiatan apapun di Banda Aceh yang menjurus kepada pelanggaran syariat.



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-0131857398388132"
data-ad-slot="5922984227"
data-ad-format="auto">

Namun demikian zulfikar menyebutkan, disaat Pemko serius mengakkan syariat Islam ada juga upaya dari oknum-oknum untuk kembali mengotori kota Banda Aceh, namun hal itu secara perlahan akan hilang dengan sendirinya, jika Pemko tetap komitmen dan tidak pilih kasih dalam penegakan hukum.

"Belakangan ini kami dapat banyak keluhan dan laporan dari Masyarakat kota Banda Aceh tentang kerisauan mereka kembalikan Maraknya berkeliaran perempuan-perempuan dimalam hari, baik yang memang benar-benar perempuan maupun yang memaksa diri menjadi perempuan (bencong -red)"ujarnya.

Zulfikar menilai, Kehidupan malam dikota Banda Aceh mulai kembali dikotori dengan hadirnya pihak-pihak yang memanfaatkan kelengahan Pemko dalam menegakkan nahi munkar.

"Karenanya penegakan amar ma'ruf harus diikuti oleh nahi munkar kalau tidak maka Akan terlibat timpang. Misalnya Ketika Di pendopo walikota sedang melaksanakan kegiatan zikir Dan pada waktu bersamaan terjadinya transaksi kemaksiatan perzinahan Ditempat yang lain yang kemudian mencoreng nama baik kota Banda Aceh,"lanjut Zulfikar.

Zulfikar meninggalkan, dalam penegakan amar ma'ruf dan nahi munkar ini, Pemko perlu sangat serius dan focus Serta tidak perlu takut dalam memberikan sanksi atau tindakan keras Karena pasti Akan mendapat dukungan penuh dari warga dan semua kalangan dikota Banda Aceh.

Selain itu kata Zulfikar, penegakan syariat Islam secara menyeluruh merupakan harapan dari seluruh masyarakat kota Banda Aceh.

“Warga Banda Aceh tentu menginginkan Banda Aceh ini menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak-anak mereka, bagi pembentukan akidah dan akhlak anak-anak mereka sebagai penerus di kota ini,”pungkas Zulfikar.

Kami menyampaikan apresiasi terhadap seluruh program penegakan amar makruf di kota Banda Aceh yg telah Dan Alan dilaksanakan oleh pemko, dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama memberikan dukungan, karena semua kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt,
Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...