DPR Aceh,

Minta Dinas Pengairan Evaluasi Pembangunan Waduk

FOTO | ISTIMEWASaifuddin Muhammad
A A A

Kondisi waduk setelah kami tinjau, tampak ada kesalahan desain perencanaan sehingga mengakibatkan banjir kiriman ke sejumlah wilayah di pusat kota Bireuen yang merupakan ibu kota kabupaten,

Saifuddin Muhammad Anggota DPR Aceh

BANDA ACEH - Kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan III meminta Dinas Pengairan Aceh mengevaluasi pembangunan Waduk Paya Peuraden di Kabupaten Bireuen karena terjadi kesalahan perencanaan.

"Kami, para anggota DPRA dari Daerah Pemilihan III meliputi Kabupaten Bireuen, meminta Dinas Pengairan Aceh mengevaluasi pembangunan Waduk Paya Peuraden karena ada kesalahan perencanaan," kata Saifuddin Muhammad, anggota DPRA asal Daerah Pemilihan III, di Banda Aceh, Senin (19/6).

Permintaan tersebut disampaikan Saifuddin Muhammad setelah para anggota DPRA dari Daerah Pemilihan III meninjau pembangunan Waduk Paya Peuraden di Kabupaten Bireuen.

Selain Saifuddin Muhammad, anggota DPRA Daerah Pemilihan III yang ikut meninjau pembangunan waduk tersebut yakni Murdani Yusuf dan Zul Fadhly. Mereka juga didamping tim dari Dinas Pengairan Aceh.

Saifuddin Muhammad menyebutkan, selain mengevaluasi pembangunan waduk Paya Peuraden, anggota DPRA Daerah Pemilihan III juga merekomendasikan agar dibentuk tim teknis.

"Nantinya, tim teknis ini yang mengevaluasi secara menyeluruh pembangunan Waduk Paya Peuraden di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Evaluasi ini supaya dalam anggaran perubahannya dialokasikan biaya detail engineering design atau DED," ujar Saifuddin Muhammad.

Anggota Komisi IV DPR Aceh ini menyebutkan, pembangunan Waduk Paya Peuraden mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2008. Pembangunannya saat ini dibiayai dari dana APBN. Kemudian, pembangunannya dilanjutkan dengan dana APBA pada tahun 2015. Namun pada 2016, tidak lagi dianggarkan.

Saifuddin Muhammad mengatakan, Anggota DPRA Daerah Pemilihan III telah merekomendasikan agar dilakukan desain ulang terharap pembangunan Waduk Paya Peuraden.

"Kondisi waduk setelah kami tinjau, tampak ada kesalahan desain perencanaan sehingga mengakibatkan banjir kiriman ke sejumlah wilayah di pusat kota Bireuen yang merupakan ibu kota kabupaten," ungkap dia.

Begitu juga dengan kondisi waduk tersebut, kata dia, belum berfungsi seperti yang diharapkan. Malah keberadaan waduk memberi dampak bencana lingkungan kepada masyarakat.

"Masyarakat mengharapkan waduk tersebut dapat segera berfungsi secara optimal guna mengairi sawah yang sudah banyak mengering," pungkas Saifuddin Muhammad.

( ADV )

Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:AcehDPR Aceh

Komentar

Loading...