25 Orang Tewas,

Milisi Pro-ISIS dan Militer Filipina Bentrok

FOTO | Militer FilipinaPresiden Filipina, Rodrigo Duterte meninjau senjata dan alat tempur lainnya di tenda Militer Filipina yang didirikan di wilayah Marawi, Filipina, 20 Juli 2017.
A A A
Satu anggota Angkatan Bersenjata Filipina dan satu anggota Kepolisian Nasional Filipina juga tewas dalam bentrokan,

KUALA LUMPUR - Bentrokan antara kelompok milisi pro-Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), yaitu pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF), dengan pasukan keamanan di Filipina Selatan telah menewaskan 25 orang dan membuat 5.000 warga suku asli terperangkap di desa-desa mereka. Aksi pertempuran kedua pihak itu berlangsung sejak Malam Natal, Desember 2017.

Serangan udara militer telah diluncurkan selama bentrokan, yang masih berlangsung sampai Selasa (9/1) di wilayah ota Datu Hoffer, Datu Unsay, dan Datu Saudi di Provinsi Maguindanao. Suku Teduray di Provinsi Maguindanao menghadapi kesulitan untuk memperoleh makanan dan minuman karena milisi BIFF telah memasang perangkap di tanah mereka.

“Militer telah menewaskan setidaknya 20 milisi BIFF dalam bentrokan yang terjadi pada 24 Desember lalu. Bentrokan masih berlangsung,” kata Mayjen Arnel V dela Vega kepada Channel News Asia (CNA) di Kota Cotobato, Filipina Selatan, kemarin.

Dia menegaskan tidak akan menyerah dalam kampanye melawan kelompok teroris. Keprihatinan militer adalah keselamatan dan keamanan orang-orang.

“Satu anggota Angkatan Bersenjata Filipina dan satu anggota Kepolisian Nasional Filipina juga tewas dalam bentrokan,” kata dela Vega.

BIFF adalah kelompok terkait ISIS yang telah bersumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada 2014. Kelompok ini merupakan sempalan dari kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Berdasarkan Mayjen dela Vega, BIFF mulai berkumpul di tanah Teduray dua hari sebelum meluncurkan serangan pada 24 Desember 2017. “Mereka (BIFF) membakar setidaknya 22 rumah penduduk asli,” katanya.

Pemimpin komunitas Teduray, Pastor Jovel Tenorio, menyatakan warga asli merasa takut dan banyak diantara mereka yang bersembunyi di daerah hutan. BIFF juga memasang perangkat peledak improvisasi (IED) di sebagian besar wilayah Teduray, sehingga menjebak para penduduk desa di rumah-rumah mereka.

Militer telah menewaskan setidaknya 20 milisi BIFF dalam bentrokan yang terjadi pada 24 Desember lalu. Bentrokan masih berlangsung,
Kode: 47
Sumber: beritasatu.com
Rubrik: Dunia

Komentar

Loading...