Gempa 7,7 SR di Donggala

Merupakan Siklus 100 Tahun Sekali

FOTO | BNPB.
A A A

JAKARTA - Gempa besar berskala 7,7 skala Richter (SR) ternyata merupakan siklus 100 tahun sekali. Hal tersebut diakibatkan siklus dari pergerakan sesar Palu-Koro yang pernah aktif 100 tahun sekali.

Peneliti Tim Ekspedisi Sesar Palu-Koro, Jojo Rahardjo mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan dua kali penelitian terhadap pergerakan patahan bumi tersebut pada 2017 dan Juli 2018. Hasilnya, tim ekspedisi menyimpulkan bahwa akan ada gempa besar yang diakibatkan oleh pergerakan sesar Palu-Koro setiap 100 tahun sekali.

"Ini bukan ramalan, tapi perhitungan. Dalam catatan, sebelumnya penah terjadi gempa besar, Belanda yang buat catatannya, terakhir lebih dari seratus tahun. Menurut perhitungan, tahun-tahun ini memang akan ada gempa besar, tapi itu hanya prediksi, bisa meleset 1-2 tahun, atau bahkan bisa pula meleset 20-30 tahun," terang Jojo, Sabtu (29/9/2018).

Jojo pun meyakinkan bahwa perhitungannya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti. Namun, ia mengharapkan agar pemerintah dan masyarakat bisa selalu waspada, karena gempa bumi adalah gempa yang tak bisa secara pasti diperhitungkan kapan datangnya.

"Ini bukan menakut-nakuti, ini hanya perhitungan dari ilmu Geologi. Ini penelitian tentang tsunami purba, dan siklusnya akan terulang, ini tahun-tahun yang memang harus diwaspadai, terutama oleh pemerintah. Penelitian ini justru untuk menekan jumlah korban dan kerugian agar tidak besar, karena ada persiapan," ungkapnya.

Penelitian akan pergerakan patahan bumi, jelas Jojo, akan jadi masukan pemerintah, agar melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat terkait bencana yang terjadi, dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum bencana benar-benar datang.

"Gempa itu tidak membunuh tapi yang membunuh itu bangunan-bangunannya yang roboh. Jadi bagaimana pemerintah mengakali agar jika ada gempa besar bangunan tidak roboh. Ini juga harus jadi masukan pemerintah untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat dan membuat rumah yang tahan akan gempa," ungkapnya.

Dijelaskan Jojo, Sesar Palu-Koro menjulang dari Teluk Palu ke Teluk Bone. Ia menyebutkan bahwa patahan itu membentang 250 kilometer di laut dan 250 kilometer di daratan. Kota Palu, Donggala dan Mamuju masuk ke sesar Palu-Koro.

Seperti diketahui, gempa besar mengguncang Donggala, Sulawesi Selatan. Gempa kali ini berkekuatan 7,7 Skala Ritcher (RS) sekira pukul 17.02 WIB.

Berdasarkan dari situs BMKG, gempa berpusat di koordinat 0,18 Lintang Selatan-119,85 Bujur Timur atau berjarak 27 kilometer arah barat laut Donggala.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...